Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Pengadilan Saudi investigasi 5 teroris perempuan

Pengadilan Saudi investigasi 5 teroris perempuan

Riyadh-KoPi, Pengadilan Khusus Kriminal di Saudi sedang menginvestigasi 5 orang perempuan yang dinyatakan sebagai teroris (4 orang Saudi dan 1 orang Yaman) yang membentuk sebuah kelompok dan mencoba untuk merekrut dan mengajak sejumlah perempuan di Saudi.

Salah satu dari mereka telah mempersiapkan anak-anaknya untuk berpatisipasa dalam pertempuran di Afghanistan.

Dia juga telah mengirimkan anak perempuannya yang masuh berumur 12 tahun, yang masih belum dewas, untuk menikah dengan salah satu teroris Al-Qaeda di sana.

Teroris-teroris perempuan ini dikatakan biasanya mendapatkan dukungan dan arahan dari pemimpin-pemimpin dan angota kelompok teroris di Yaman dan Afghanistan.

Ketika pihak keamanan Saudi menghadang rencana dan aktivitas para teroris tersebut, Al-Qaeda di Yaman melakukan kejahatan yang serius dengan menculik seorang jendral Saudi di Aden yang bernama Abdullah Muhammad Al-Khalidi, pada tahun 2012.

Selang beberapa hari setelah penculikan, Duta Besar Saudi di Sana’a menerima telepon dari Mishal Muhammad Rasheed Al-Shadoukhi, salah satu teroris yang menjadi buronan, menuntut pembebasan para teroris tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top