Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Pengadilan Saudi investigasi 5 teroris perempuan

Pengadilan Saudi investigasi 5 teroris perempuan

Riyadh-KoPi, Pengadilan Khusus Kriminal di Saudi sedang menginvestigasi 5 orang perempuan yang dinyatakan sebagai teroris (4 orang Saudi dan 1 orang Yaman) yang membentuk sebuah kelompok dan mencoba untuk merekrut dan mengajak sejumlah perempuan di Saudi.

Salah satu dari mereka telah mempersiapkan anak-anaknya untuk berpatisipasa dalam pertempuran di Afghanistan.

Dia juga telah mengirimkan anak perempuannya yang masuh berumur 12 tahun, yang masih belum dewas, untuk menikah dengan salah satu teroris Al-Qaeda di sana.

Teroris-teroris perempuan ini dikatakan biasanya mendapatkan dukungan dan arahan dari pemimpin-pemimpin dan angota kelompok teroris di Yaman dan Afghanistan.

Ketika pihak keamanan Saudi menghadang rencana dan aktivitas para teroris tersebut, Al-Qaeda di Yaman melakukan kejahatan yang serius dengan menculik seorang jendral Saudi di Aden yang bernama Abdullah Muhammad Al-Khalidi, pada tahun 2012.

Selang beberapa hari setelah penculikan, Duta Besar Saudi di Sana’a menerima telepon dari Mishal Muhammad Rasheed Al-Shadoukhi, salah satu teroris yang menjadi buronan, menuntut pembebasan para teroris tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top