Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pengadilan Saudi investigasi 5 teroris perempuan

Pengadilan Saudi investigasi 5 teroris perempuan

Riyadh-KoPi, Pengadilan Khusus Kriminal di Saudi sedang menginvestigasi 5 orang perempuan yang dinyatakan sebagai teroris (4 orang Saudi dan 1 orang Yaman) yang membentuk sebuah kelompok dan mencoba untuk merekrut dan mengajak sejumlah perempuan di Saudi.

Salah satu dari mereka telah mempersiapkan anak-anaknya untuk berpatisipasa dalam pertempuran di Afghanistan.

Dia juga telah mengirimkan anak perempuannya yang masuh berumur 12 tahun, yang masih belum dewas, untuk menikah dengan salah satu teroris Al-Qaeda di sana.

Teroris-teroris perempuan ini dikatakan biasanya mendapatkan dukungan dan arahan dari pemimpin-pemimpin dan angota kelompok teroris di Yaman dan Afghanistan.

Ketika pihak keamanan Saudi menghadang rencana dan aktivitas para teroris tersebut, Al-Qaeda di Yaman melakukan kejahatan yang serius dengan menculik seorang jendral Saudi di Aden yang bernama Abdullah Muhammad Al-Khalidi, pada tahun 2012.

Selang beberapa hari setelah penculikan, Duta Besar Saudi di Sana’a menerima telepon dari Mishal Muhammad Rasheed Al-Shadoukhi, salah satu teroris yang menjadi buronan, menuntut pembebasan para teroris tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top