Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Penemuan sinyal MH370, bisa dikatakan bohongan

Kapten Zaharie Shah and Fariq Hamid, orang yang paling tahu tentang MH370 Kapten Zaharie Shah and Fariq Hamid, orang yang paling tahu tentang MH370

Australia-KoPi, Para peneliti menyatakan bahwa pencarian MH370 “gagal” dan mengatakan bahwa Perdana Menteri Australia bermain politik ketika dia lebih awal mengumumkan tentang penemuan sinyal dari kotak hitam MH370.

Para peneliti tentang akustik (sinyal), yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa sinyal signifikan yang dideteksi oleh mesin pencari sinyal AS sama sekali bukan dari sinyal pesawat Malaysia yang hilang, tapi dari sumber lain yang dibuat oleh seseorang.

Mereka bersikeras menyatakan bahwa sinyal-sinyal tersebut ada pada frekuensi yang salah dan terdeteksi terlalu jauh dari kotak hitam tersebut.

“Dengan segera saya telah melihat frekuensi dan jarak antara sinyal-sinyal yang terdeteksi, saya paham jika itu bukan dari sinyal pesawat,” salah satu peneliti mengatakan pada News Corp Australia.

Kesimpulan tersebut didukung oleh kurangnya keberhasilan dalam pencarian yang mendetail dari area yang menunjukkan sinyal sebagaimana telah dilakukan oleh kapal selam AS “Bluein 21”.

(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top