Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penelitian ini membuktikan musik baik tubuh dan jiwa

Penelitian ini membuktikan musik baik tubuh dan jiwa

Musik tidak hanya baik bagi jiwa, akan tetapi juga baik untuk membantu penyembuhan setelah operasi, demikian sebuah penelitian memaparkan.

KoPi| Menurut sebuah analisis, pasien operasi yang mendengarkan musik dapat memiliki tingkat rasa sakit dan kecemasan yang lebih rendah dan juga tekanan darah dan denyut jantung yang lebih rendah daripada orang yang tidak mendengarkan musik.

Manfaat musik menjadi lebih besar ketika pasien memilih playlist mereka sendiri

"Sebagaimana banyak pasien memiliki smartphone dengan playlist musik pribadi, kami informasikan mereka sebelum jadwal oprasinya efek positif dari musik pada kesembuhan mereka yang dapat menjadi intervensi murah yang dapat meningkatkan kesehatan dan pemulihan yang lebih cepat," ketua studi Dr Diana Vetter, seorang peneliti bedah di University of Zurich di Swiss, mengatakan melalui email.

Untuk menilai dampak dari musik pada hasil bedah, Vetter dan rekannya menganalisis data dari 47 studi, termasuk 26 yang melihat efek musik sebelum prosedur, 25 melihat musik di ruang operasi, dan 25 melihat musik selama pemulihan.

Secara keseluruhan, musik dapat mengurangi sekitar 31 persen rasa sakit, 29 persen mengurangi penggunaaan obat penghilang rasa sakit, dan 34 persen mengurangi kecemasan.

Selain itu, musik dapat mengurangi 40 persen tekanan darah dan mengurangi 27 persen denyut jantung.

Ketika pasien memilih lagu mereka sendiri, manfaatnya kadang-kadang meningkat, para peneliti melaporkan pada Annals of Surgery.

Misalnya, musik yang dipilih sendiri oleh pasien dapat menurunkan 35 persen tingkatan rasa sakit daripada yang tidak mendengarkan musik, sementara musik yang dipilih oleh personel peneliti dapat menurunkan 26 persen tingkat rasa sakit.

Musik yang dipilih sendiri juga dapat menurunkan tingkat kecemasan hingga 47 persen, dibandingkan dengan musik yang dipilih oleh personil peneliti penurunan kurang dari 6 persen.

Sedangkan pada denyut jantung atau tekanan darah tidak terdapat banyak perbedaan apakah pasien memilih musik mereka sendiri atau mendengarkan musik yang dipilih oleh personil peneliti.

Salah satu kelemahan dari analisis ini adalah hal itu mungkin akan memberi efek perkiraan yang agak konservatif, karena studi awal umumnya cenderung melebih-lebihkan efeknya atau hanya dipublikasikan dengan temuan yang spektakuler, demikian pengakuan dari sejumlah penulis. Analisis mereka diliput dalam penelitian dalam 15 tahun terakhir.

Para peneliti juga berharap untuk menguji dampak dari arsitektur, desain dan seni pada hasil bedah tetapi mereka tidak menemukan cukup studi untuk menilai ini.

Meskipun bukti ilmiah mungkin terbatas dalam hal intervensi musik, temuan akhir-akhir ini menambah semakin banyak bukti yang mengarah pada dampak baiknya membiarkan pasien mendengarkan musik di rumah sakit, kata Marianne van der Heijden, seorang peneliti di Erasmus medical Center - Rumah Sakit Sophia Anak di Rotterdam, Belanda. |Foxnews|Ganisa Kurniasih|

back to top