Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Penelitian ini membuktikan musik baik tubuh dan jiwa

Penelitian ini membuktikan musik baik tubuh dan jiwa

Musik tidak hanya baik bagi jiwa, akan tetapi juga baik untuk membantu penyembuhan setelah operasi, demikian sebuah penelitian memaparkan.

KoPi| Menurut sebuah analisis, pasien operasi yang mendengarkan musik dapat memiliki tingkat rasa sakit dan kecemasan yang lebih rendah dan juga tekanan darah dan denyut jantung yang lebih rendah daripada orang yang tidak mendengarkan musik.

Manfaat musik menjadi lebih besar ketika pasien memilih playlist mereka sendiri

"Sebagaimana banyak pasien memiliki smartphone dengan playlist musik pribadi, kami informasikan mereka sebelum jadwal oprasinya efek positif dari musik pada kesembuhan mereka yang dapat menjadi intervensi murah yang dapat meningkatkan kesehatan dan pemulihan yang lebih cepat," ketua studi Dr Diana Vetter, seorang peneliti bedah di University of Zurich di Swiss, mengatakan melalui email.

Untuk menilai dampak dari musik pada hasil bedah, Vetter dan rekannya menganalisis data dari 47 studi, termasuk 26 yang melihat efek musik sebelum prosedur, 25 melihat musik di ruang operasi, dan 25 melihat musik selama pemulihan.

Secara keseluruhan, musik dapat mengurangi sekitar 31 persen rasa sakit, 29 persen mengurangi penggunaaan obat penghilang rasa sakit, dan 34 persen mengurangi kecemasan.

Selain itu, musik dapat mengurangi 40 persen tekanan darah dan mengurangi 27 persen denyut jantung.

Ketika pasien memilih lagu mereka sendiri, manfaatnya kadang-kadang meningkat, para peneliti melaporkan pada Annals of Surgery.

Misalnya, musik yang dipilih sendiri oleh pasien dapat menurunkan 35 persen tingkatan rasa sakit daripada yang tidak mendengarkan musik, sementara musik yang dipilih oleh personel peneliti dapat menurunkan 26 persen tingkat rasa sakit.

Musik yang dipilih sendiri juga dapat menurunkan tingkat kecemasan hingga 47 persen, dibandingkan dengan musik yang dipilih oleh personil peneliti penurunan kurang dari 6 persen.

Sedangkan pada denyut jantung atau tekanan darah tidak terdapat banyak perbedaan apakah pasien memilih musik mereka sendiri atau mendengarkan musik yang dipilih oleh personil peneliti.

Salah satu kelemahan dari analisis ini adalah hal itu mungkin akan memberi efek perkiraan yang agak konservatif, karena studi awal umumnya cenderung melebih-lebihkan efeknya atau hanya dipublikasikan dengan temuan yang spektakuler, demikian pengakuan dari sejumlah penulis. Analisis mereka diliput dalam penelitian dalam 15 tahun terakhir.

Para peneliti juga berharap untuk menguji dampak dari arsitektur, desain dan seni pada hasil bedah tetapi mereka tidak menemukan cukup studi untuk menilai ini.

Meskipun bukti ilmiah mungkin terbatas dalam hal intervensi musik, temuan akhir-akhir ini menambah semakin banyak bukti yang mengarah pada dampak baiknya membiarkan pasien mendengarkan musik di rumah sakit, kata Marianne van der Heijden, seorang peneliti di Erasmus medical Center - Rumah Sakit Sophia Anak di Rotterdam, Belanda. |Foxnews|Ganisa Kurniasih|

back to top