Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Peneliti tengah berupaya mendeteksi kanker tanpa 'disentuh'

Peneliti tengah berupaya mendeteksi kanker tanpa 'disentuh'

KoPi| Peneliti tengah bekerja keras menemukan cara untuk mendeteksi kanker tahap awal tanpa menyentuh kulit sama sekali. Hal ini mungkin serupa dengan beberapa film fiksi seperti Star Trek 'tricorder,' yang dapat mengidentifikasi penyakit ketika hanya menunjuk pada tubuh seseorang. Terilhami dari perangkat yang dikembangkan oleh insinyur listrik, alat ini bekerja tanpa melakukan kontak fisik.

Teknologi ini memiliki potensi untuk menjadi lebih portabel dan lebih murah daripada sistem deteksi kanker lain seperti MRI dan CT, dan akan menjadi lebih aman daripada sinar-X.

Menurut peneliti Profesor Amin Arbabian dan Profesor Riset Pierre Khuri-Yakub alat tricorder Holy Grail merupakan instrumen yang didesain tidak pernah menyentuh subjek.

Pembuatan alat ini telah mengalami sebanyak 1880 percobaan didasarkan pada model percobaan Alexander Graham Bell, ketika ia menggunakan cahaya untuk menghasilkan nada musik dari penerima terbuat dari karbon hitam.

Sementara alat ini memanfaatkan rangsangan dari energi elektromagnetik, seperti cahaya atau gelombang mikro, semua bahan memperluas pengaruh.

“Semua pengukuran dilakukan melalui udara, dan di sanalah kami telah membuat langkah terbesar,” kata Armin Arabian.

Sebelumnya penelitian awal untuk mengembangkan bahan peledak plastik, desain teknologi ini menggabungkan kedua prinsip militer dan medis untuk 'mendetaksi' benda yang tak terlihat.

Namun lambat laun prinsip ini juga diadopsi oleh kalangan peneliti di bidang medis untuk mengembangkan pengobatan kanker. |dailymail.com.uk|Winda Efanur FS|

back to top