Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Peneliti temukan gen penyebab skizofrenia

Peneliti temukan gen penyebab skizofrenia

Amerika Serikat-KoPi| Para peneliti mengidentifikasi sebuah gen yang meningkatkan risiko skizofrenia. Selain itu mereka berhasil memecahkan teori bagaimana skizofrenia berkembang.

Peneliti menggunakan sampel manusia dan tikus. Peneliti menduga gen baru yang disebut C4 menjadi penyebab hilangnya hubungan antar neuron atau pemangkasan sinaptik. Secara alami pemangkasan sinaptik terjadi kepada semua orang di usia remaja. Kemungkinan pemutusan koneksi saraf mengarah pada pengembangan skizofrenia. Ini akan menjelaskan mengapa gejala skizofrenia sering muncul selama masa remaja.

Jika teori ini berlaku, peneliti menemukan penjelasan biologis hubungan antara gen dan skizofrenia tertentu. Kemungkinan ke depan pengobatan skizofrenia merujuk teori ini.

"Kami awalnya tidak berpikir jauh untuk perawatan khusus skizofrenia. Tapi kami berpikir, untuk mencegah pengembangan neuron, mengurangi risiko mereka," kata Beth Stevens seorang neuroscientist yang bekerja di Rumah Sakit Anak Boston.

Penelitian skizofrenia melibatkan para peneliti dari Institute's Stanley Center for Psychiatric Research di Harvard Medical School. Hasil penelitian diterbitkan pada Jurnal Nature edisi 27 Januari 2016.

Risiko skizofrenia

Dari penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan salah satu prediktor genetik terkuat risiko skizofreni dalam DNA, terletak pada kromosom 6. Dalam studi baru, para peneliti berfokus pada salah satu gen di wilayah ini, yang disebut komplemen Komponen 4, atau C4, yang diketahui terlibat dalam sistem kekebalan tubuh.

Menggunakan sampel otak manusia postmortem, para peneliti menemukan variasi dalam jumlah salinan gen C4. Memprediksi panjang gen mereka, dan seberapa aktif gen itu di otak.

Para peneliti mengambil informasi tentang gen C4 dari 28.800 orang penderita skizofrenia, dan 36.000 orang tanpa penyakit dari 22 negara. Dari data genom, mereka memperkirakan aktivitas gen C4.

Mereka menemukan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas C4, semakin tinggi pula risiko seseorang terkena skizofrenia.

Para peneliti juga melakukan percobaan pada tikus. Hasilnya aktivitas C4 semakin aktif, semakin banyak sinapsis yang dipangkas selama perkembangan otak. |foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top