Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Pelaku mutilasi TKI di Hongkong “Harus di hukum mati!!”

news.sky.com news.sky.com

Hongkong-Kopi- Keluarga dari Sumarti Ningsih 25 tahun, TKI asal Indonesia yang dibunuh di Hong Kong menuntut bahwa pelaku pembunuhan harus di hukum mati.

Ayah dari Ningsih angkat bicara sehari setelah bankir berkebangsaan Inggris Rurik Jutting muncul di pengadilan atas dakwaan pembunuhan Sumarti dan satu perempuan Indonesia lainnya yang dikenal sebagai Jess Lorena di Hong Kong.

Tubuh Ningsih yang telah di mutilasi dan membusuk di temukan pada hari Sabtu di dalam sebuah koper di balkon apartemen kelas atas milik Jutting di sebelah selatan kota Tiongkok. 

Ningsih yang memiliki anak berumur lima tahun yang juga dikenal sebagai Alice ditemukan beberapa jam setelah polisi menggeledah apartemen tersebut dengan membawa dokumen pengadilan yang menyatakan bahwa Ningsih dibunuh pada tanggal 27 oktober. Ayah Ningsih mengatakan bahwa “Saya ingin pembunuh anak saya di hukum mati!!”.

Dia mengatakan bahwa keluarganya mengetahui kabar tersebut setelah teman dari korban memberitahu kabar tersebut. “Kami sangat terkejut ketika ditelpon kalau anak kami dibunuh. Apalagi setelah tahu bahwa tubuh anak kami di mutilasi dan sulit di identifikasi.”

Kaliman, ayah Ningsih mengatakan bahwa anaknya telah mentransfer sejumlah uang pada tanggal 22 Oktober tetapi dia tidak tahu kabar tentang anak perempuannya. Polisi mengatakan bahwa korban merupakan pekerja prostitusi, tetapi keluarga korban mengatakan Ningsih bekerja di salah satu restoran di Hong Kong.

Konsulat resmi Indonesia mengkonfirmasi bahwa keluarga korban telah diberitahu mengenai kematian mereka. Sam Aryadi wakil kepala konsulat mengatakan“Kepala konsultan sedang mengusahakan untuk segera mengirim kedua jenazah tersebut ke Indonesia.”    

Aryadi juga mengkonfirmasi bahwa kepolisian Hong Kong akan melakukan sebuah “rekonstruksi” terhadap pelaku pembunuhan pada hari Jumat mendatang.

Linatul Malihah

(Editor: Irfan Ridlowi)

Sumber: news.sky.com

back to top