Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pamer gambar korban MH17, pakar forensik dipecat

Pamer gambar korban MH17, pakar forensik dipecat

KoPi| Goerge Maat, Seorang pakar identifikasi pesawat MH17 dipecat setelah memperlihatkan beberapa gambar korban tewas dalam sebuah kuliah umum.“kerjasama dengan yang bersangkutan telah dihentikan,” kata menteri hukum, Ard van der Steur, kepada para pembuat hukum di Parlemen.

Menteri tersebut telah terlebih dahulu  menggambarkan kuliah yang disampaikan Maat, yang juga seorang antropolog di Universitas Leiden ini dengan kalimat, “benar-benar tidak pantas dan berselera buruk.”

Jurnalis dari televisi lokal, RTL Nieuws menghadiri kuliah umum tersebut dan menjadi orang pertama yang melaporkan kejadian yang disusun oleh asosiasi mahasiswa kedokteran tersebut. Selama perkuliahan, Maat memperlihatkan foto-foto bagian tubuh dan menjelaskan proses identifikasi.
Thomas Aling, juru bicara tim LTFO atau Lembaga Forensik Belanda berkata sebelum hari kamis, Maat telah ditangguhkan dari pekerjaannya.

Sebanyak 298 penumpang dan kru pesawat Malaysia Airlines warga Belanda, Malaysia dan Australia tersebut tewas akibat ditembak jatuh di atas wilayah yang dikuasai pemberontak timur Ukraina pada bulan Juli tahun lalu.

Sedangkan kuliah tersebut diberikan pada awal April kepada sekitar 150 audiens yang memperlihatkan keadaan korban yang sebenarnya boleh diperlihatkan untuk keperluan pendidikan semata, namun tidak diperuntukkan bagi publik.
Pada awalnya Maat mengira bahwa perkuliahan tersebut memang hanya untuk mahasiswa kedokteran, namun ternyata undangan perkuliahan tersebut telah tersebar di situs sosial facebook.

 “Jelas sekali bahwa undangan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat umum, saya tidak menyadarinya,” kata Maat di kepolisian. “saya benar benar minta maaf karena telah menyakiti keluarga korban.”
Negara Belanda menjadi penanggung jawab untuk memimpin investigasi tentang penyebab insiden kecelakaan pesawat dengan rute Amsterdam- Kuala Lumpur itu. | the guardian |Roihatul Firdaus|


back to top