Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Oposisi Suriah melunak, sepakati perundingan dengan PBB

Oposisi Suriah melunak, sepakati perundingan dengan PBB

Suriah-KoPi| Oposisi Suriah merencanakan berunding dengan PBB. Perundingan seputar opsi damai di Suriah. Seorang juru bicara oposisi mengatakan ada pemikiran pemerintah untuk menghentikan pemboman sebelum perundingan terjadi.

Sebelumnya PBB berusaha mengadakan pembicaraan pertama dalam dua tahun terakhir untuk menyudahi perang saudara yang terjadi hampir 5 tahun di Suriah. Namun sejauh ini pihak oposisi tidak setuju dengan perundingan yang hendak dilaksanakan.

Perang sipil Suriah telah menewaskan 250.000 orang dan lebih dari 10 juta warga mengungsi. Konflik Suriah juga menjadi sorotan negara di dunia. Bahkan negeri Paman Sam turut menjadi juru kampanye menyerang Negara Islam, mempertahankan wilayah Suriah bagian timur dan Irak bagian utara.

Sementara Rusia memasuki perang tahun lalu. Rusia berkepentingan membantu Presiden Bashar al-Assad. Rusia mengklaim pihak oposisi sebagai teroris.

Tanggapan tawaran perundingan PBB

Kelompok oposisi utama Sunni Arab, yang didukung oleh pemerintah Arab regional, mengatakan mereka tidak akan menghadiri pembicaraan kecuali mereka dapat memilih delegasi mereka.

Juru bicara Komite Tinggi Negosiasi Oposisi Suriah (HNC), Salim al-Muslat, menuduh Rusia dan pemerintah Suriah sengaja mengganjal pembicaraan yang awalnya akan dimulai di Jenewa, Senin lalu.
HNC berulang kali mengatakan pembicaraan tidak bisa dimulai sampai serangan udara dihentikan.

"Kami ingin mewujudkan sisi kemanusiaan dalam konflik ini. Perlindungan kemanusiaan tanpa prasyarat. Sesuai resolusi internasional bagian dari yang harus dilaksanakan, jadi kami melihat ada keseriusan dan niat baik dalam hal ini," kata al-Muslat di Saudi-dimiliki saluran berita Arab Arabiya al-Hadath. |reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top