Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

New York Times memenangkan penghargaan Pulitzers

New York Times memenangkan penghargaan Pulitzers

KoPi| The New York Times memenangkan dua penghargaan bergengsi Pulitzer,  atas ulasannya mengenai Ebola yang merebak di Afrika Selatan yang digambarkan oleh Pulitzer sebagai jurnalisme yang berani dan jelas yang berkaitan dengan masyarakat dan penyelenggaraan kekuasaan yang akuntabel.

Panitia Pulitzer bidang pelayanan umum, mengumumkannya di Universitas Columbia, Senin, pekan ini. Kemudian di posisi berikutnya penghargaan tersebut diberikan kepada media Charleston, South Carolina’s Post dan Courier atas pemberitaannya tentang kekerasan domestik.

Pulitzer memberikan penghargaan yang luar biasa terhadap mereka yang bekerja di bidang jurnalistik, sastra, drama, dan bidang lain. Pulitzer juga memberikan perhatiannya terhadap koran dan situs internet.  

“Sampai maut memisahkan kita,” berita oleh The Post dan Courier menjelaskan mengapa South Carolina adalah satu dari sekian negara tak ramah bagi perempuan. Doug Pardue, satu dari empat orang yang memproduksi seri tersebut berkata bahwa ini adalah strategi untuk memberikan perlindungan yang lebih nyata terhadap perempuan yang dilecehkan.

“Saya senang mendapati jurnalisme yang mampu menghargai melalui pemberitaannya,” kata Pardue. “Ini adalah cerita yang menyentuh banyak orang.”

Untuk liputan Ebola ini, The New York Times memenangkan penghargaan di bagian pemberitaan internasional dan seorang pekerja lepas Daniel Berehulak memenangkan fotografi feature.| Reuters | Frida Anwar

back to top