Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Netanyahu menang, prospek damai kembali suram

Netanyahu menang, prospek damai kembali suram
KoPi | Benjamin Netanyahu kembali memenangi pemilihan umum Israel setelah mengalahkan pesaingnya, Isaac Herzog, dengan perolehan angka yang tipis. Kemenangan Netanyahu ini dipastikan akan kembali menyuramkan prospek perdamaian dengan Palestina.
 

Sejak awal masa kampanyenya, Netanyahu sudah berjanji akan meningkatkan keamanan warga Israel dan tidak akan bernegosiasi tentang solusi dua negara. Ia juga bersumpah akan meneruskan kembali pembangunan pemukiman Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur. Partai pengusung Netanyahu, Likud, didukung oleh kalangan sayap kanan dan nasionalis.

Kemenangan ini cukup mengejutkan berbagai pihak. Sebelumnya banyak media internasional memprediksi Netanyahu akan kalah dalam pemilu kali ini. Pernyataannya di media untuk tidak akan berdamai dengan Palestina telah membuatnya dikritik pihak internasional, termasuk Amerika. Beberapa lalu pidatonya di Gedung Putih dikecam banyak pihak di Amerika dan memperburuk hubungannya dengan Obama.

Partai Likud berhasil menguasai 30 kursi di Knesset atau parlemen Israel. Pesaing terdekatnya, partai Zionist Union hanya memperoleh 24 kursi. Dengan kemenangannya kali ini, Netanyahu mencatatkan sejarah sebagai perdana menteri yang menjabat paling lama di Israel. Ia sudah empat kali memegang posisi perdana menteri. | Newsweek

back to top