Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Negara dengan sistem pendidikan terbaik akan rombak kurikulum

Negara dengan sistem pendidikan terbaik akan rombak kurikulum
KoPi | Selama bertahun-tahun Finlandia telah menempati peringkat teratas dalam hal pendidikan. Model pendidikan di Finlandia disebut paling baik dan selalu memperoleh nilai paling tinggi. Namun, Finlandia memutuskan akan mengubah model pendidikan yang selama ini mereka terapkan.
 

Finlandia berencana mengurangi penekanan pada mata pelajaran individu seperti matematika dan sejarah. Sebaliknya, mereka akan memperluas mata pelajaran antar disiplin ilmu. Tujuannya untuk mempersiapkan siswa dengan keahlian yang berguna dalam duia global yang mengandalkan teknologi.

Para pejabat pendidikan Finlandia mengatakan mereka akan lebih mengedepankan apa yang disebut “pengajaran berbasis fenomena” dalam kerangka kurikulum nasional. Pendekatan tersebut dikatakan akan lebih menguatamakan pelajaran-pelajaran yang bersifat multi disiplin. Misalnya, ketika mengajar ekonomi atau sejarah, guru dapat menerangkan mengenai Uni Eropa, menggabungkan aspek ekonomi dan sejarah. Sekolah-sekolah diberi kebebasan tentang bagaimana implementasinya.

Kepala Pengembangan Kurikulum Badan Pendidikan Finlandia, Irmeli Halinen mengatakan, siswa perlu berpacu dengan dunia yang terus berubah. Teknologi semakin maju dan dunia semakin dekat secara global, sehingga para siswa akan menghadapi tantangan yang terus berubah.

“Dunia di luar sekolah selalu berubah. Kita harus berpikir ulang tentang segala sesuatu yang terkait dengan sekolah. Kita juga harus mengerti kompetensi yang diperlukan di masyarakat dan dunia kerja terus berubah dengan cepat,” ungkapnya.

Halinen juga mengatakan, menjadi ahli di satu bidang tidak cukup di dalam dunia yang terus berubah ini. Siswa harus bisa mengaplikasikan keahlian mereka dalam konteks yang berbeda.

Selain itu, dalam kurikulum baru tersebut siswa juga akan diajak merencanakan pelajaran dan kurikulum yang akan didapat. Dengan kurikulum baru, nantinya ruang kelas juga akan berubah. Jika selama ini guru berada di depan kelas dan murid duduk mendengarkan, para siswa nantinya akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. | The Indpendent

 

back to top