Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

NASA menangkap penampakan 'tengkorak' di ruang angkasa

NASA menangkap penampakan 'tengkorak' di ruang angkasa

KoPi| Para ilmuwan telah menangkap penampakan asteroid 2015 TB145 dengan Teleskop Inframerah Facility NASA (IRTF) di Mauna Kea, Hawaii. Para ilmuwan berpendapat penampakan asteroid itu sebagai komet mati yang telah mengelilingi matahari.

“Data IRTF menunjukkan objek mungkin komet mati, tetapi yang mengejutkan objek tersebut sekilas tampak seperti gambar tengkorak Halloween yang terbang," kata ilmuwan NASA, Kelly.

NASA menambahkan keberadaan Asteroid 2015 TB145 tidak berpotensi menghantam bumi. Dia berjarak 302.000 mil (486.000 kilometer).

Gambar radar dari Arecibo menunjukkan objek tersebut berbentuk bulat, berukuran sekitar 2.000 kaki (600 meter) dengan diameter. Melakukan rotasi sekitar sekali setiap lima jam.

"Kami menemukan bahwa objek merefleksikan sekitar enam persen dari cahaya yang diterimanya dari matahari," kata ilmuwan penelitian di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona Wisnu Reddy.

Sehingga komet ini tampak seperti aspal segar, dan berwarna hitam. Pasalnya hanya memantulkan 3 sampai 5 persen cahaya matahari.

NASA mengklaim asteroid 2015 TB145 tidak akan menabarak bumi. Namun NASA memprediksi adanya asteroid berada di sekitar bumi, jaraknya akan semakin dekat dengan bumi pada bulan September 2018. Jaraknya sekitar 24 juta mil (38 juta kilometer) atau seperempat jarak Bumi dengan matahari.

Meskipun tidak membahayakan bagi Bumi, NASA tetap memberi aba-aba asteroid 'berbahaya' karena berada 4.600.000 mil (7.403.00 km) ambang dekat dengan planet kita.
|dailymail.co.uk|Winda Efanur FS|

back to top