Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

NASA menangkap penampakan 'tengkorak' di ruang angkasa

NASA menangkap penampakan 'tengkorak' di ruang angkasa

KoPi| Para ilmuwan telah menangkap penampakan asteroid 2015 TB145 dengan Teleskop Inframerah Facility NASA (IRTF) di Mauna Kea, Hawaii. Para ilmuwan berpendapat penampakan asteroid itu sebagai komet mati yang telah mengelilingi matahari.

“Data IRTF menunjukkan objek mungkin komet mati, tetapi yang mengejutkan objek tersebut sekilas tampak seperti gambar tengkorak Halloween yang terbang," kata ilmuwan NASA, Kelly.

NASA menambahkan keberadaan Asteroid 2015 TB145 tidak berpotensi menghantam bumi. Dia berjarak 302.000 mil (486.000 kilometer).

Gambar radar dari Arecibo menunjukkan objek tersebut berbentuk bulat, berukuran sekitar 2.000 kaki (600 meter) dengan diameter. Melakukan rotasi sekitar sekali setiap lima jam.

"Kami menemukan bahwa objek merefleksikan sekitar enam persen dari cahaya yang diterimanya dari matahari," kata ilmuwan penelitian di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona Wisnu Reddy.

Sehingga komet ini tampak seperti aspal segar, dan berwarna hitam. Pasalnya hanya memantulkan 3 sampai 5 persen cahaya matahari.

NASA mengklaim asteroid 2015 TB145 tidak akan menabarak bumi. Namun NASA memprediksi adanya asteroid berada di sekitar bumi, jaraknya akan semakin dekat dengan bumi pada bulan September 2018. Jaraknya sekitar 24 juta mil (38 juta kilometer) atau seperempat jarak Bumi dengan matahari.

Meskipun tidak membahayakan bagi Bumi, NASA tetap memberi aba-aba asteroid 'berbahaya' karena berada 4.600.000 mil (7.403.00 km) ambang dekat dengan planet kita.
|dailymail.co.uk|Winda Efanur FS|

back to top