Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

NASA menangkap penampakan 'tengkorak' di ruang angkasa

NASA menangkap penampakan 'tengkorak' di ruang angkasa

KoPi| Para ilmuwan telah menangkap penampakan asteroid 2015 TB145 dengan Teleskop Inframerah Facility NASA (IRTF) di Mauna Kea, Hawaii. Para ilmuwan berpendapat penampakan asteroid itu sebagai komet mati yang telah mengelilingi matahari.

“Data IRTF menunjukkan objek mungkin komet mati, tetapi yang mengejutkan objek tersebut sekilas tampak seperti gambar tengkorak Halloween yang terbang," kata ilmuwan NASA, Kelly.

NASA menambahkan keberadaan Asteroid 2015 TB145 tidak berpotensi menghantam bumi. Dia berjarak 302.000 mil (486.000 kilometer).

Gambar radar dari Arecibo menunjukkan objek tersebut berbentuk bulat, berukuran sekitar 2.000 kaki (600 meter) dengan diameter. Melakukan rotasi sekitar sekali setiap lima jam.

"Kami menemukan bahwa objek merefleksikan sekitar enam persen dari cahaya yang diterimanya dari matahari," kata ilmuwan penelitian di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona Wisnu Reddy.

Sehingga komet ini tampak seperti aspal segar, dan berwarna hitam. Pasalnya hanya memantulkan 3 sampai 5 persen cahaya matahari.

NASA mengklaim asteroid 2015 TB145 tidak akan menabarak bumi. Namun NASA memprediksi adanya asteroid berada di sekitar bumi, jaraknya akan semakin dekat dengan bumi pada bulan September 2018. Jaraknya sekitar 24 juta mil (38 juta kilometer) atau seperempat jarak Bumi dengan matahari.

Meskipun tidak membahayakan bagi Bumi, NASA tetap memberi aba-aba asteroid 'berbahaya' karena berada 4.600.000 mil (7.403.00 km) ambang dekat dengan planet kita.
|dailymail.co.uk|Winda Efanur FS|

back to top