Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

NASA ciptakan alat canggih analisis El Nino

NASA ciptakan alat canggih analisis El Nino

Los Angeles-KoPi| Badan Antariksa Amerika Serikat NASA telah menemukan alat untuk mengamati peristiwa El Nino dengan lebih baik. Pengamatan ini dilakukan di luar angkasa.

Pengamatan satelit dilengkapi dengan kekuatan pemrosesan super komputer untuk sistem pemodelannya. Para ilmuwan meyakini rangkaian lengkap alat ini mampu menganalisis El Nino dan dampak global lebih baik daripada sebelumnya.

“Tahun ini El Nino kemungkinan akan sama dengan 1997-1998,” kata perwakilan NASA.

El Nino merupakan fenomena menarik karena memiliki luas dan beragam dampak yang terjadi di belahan dunia. Fakta ada kaitan kebakaran di Indonesia terkait dengan pola sirkulasi yang mempengaruhi curah hujan di atas Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan dampak El Nino begitu kompleks dan saling berhubungan dengan sistem Bumi," kata Lesley Ott.

Selama El Nino tahun 1997-1998, permukaan air laut turun kaki hingga (30 cm) di wilayah Pasifik barat dan menyebabkan mahluk hidup seperti terumbu karang kering. Tahun ini El Nino telah menyebabkan permukaan laut juga menurunkan permukaan air laut sebesar tujuh inci (18 cm) di barat Samudera Pasifik tropis.

El Nino adalah fenomena alam yang terjadi setiap 2-7 tahun. Berlangsung antara enam dan 18 bulan. Hal ini menyebabkan pemanasan di perairan permukaan bagian timur ekuator Samudera Pasifik.

Kondisi hangat ini mempengaruhi lingkungan air lokal, tetapi juga memacu pola cuaca ekstrim di seluruh dunia, dari banjir di California hingga kekeringan di Australia.
| xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top