Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

NASA ciptakan alat canggih analisis El Nino

NASA ciptakan alat canggih analisis El Nino

Los Angeles-KoPi| Badan Antariksa Amerika Serikat NASA telah menemukan alat untuk mengamati peristiwa El Nino dengan lebih baik. Pengamatan ini dilakukan di luar angkasa.

Pengamatan satelit dilengkapi dengan kekuatan pemrosesan super komputer untuk sistem pemodelannya. Para ilmuwan meyakini rangkaian lengkap alat ini mampu menganalisis El Nino dan dampak global lebih baik daripada sebelumnya.

“Tahun ini El Nino kemungkinan akan sama dengan 1997-1998,” kata perwakilan NASA.

El Nino merupakan fenomena menarik karena memiliki luas dan beragam dampak yang terjadi di belahan dunia. Fakta ada kaitan kebakaran di Indonesia terkait dengan pola sirkulasi yang mempengaruhi curah hujan di atas Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan dampak El Nino begitu kompleks dan saling berhubungan dengan sistem Bumi," kata Lesley Ott.

Selama El Nino tahun 1997-1998, permukaan air laut turun kaki hingga (30 cm) di wilayah Pasifik barat dan menyebabkan mahluk hidup seperti terumbu karang kering. Tahun ini El Nino telah menyebabkan permukaan laut juga menurunkan permukaan air laut sebesar tujuh inci (18 cm) di barat Samudera Pasifik tropis.

El Nino adalah fenomena alam yang terjadi setiap 2-7 tahun. Berlangsung antara enam dan 18 bulan. Hal ini menyebabkan pemanasan di perairan permukaan bagian timur ekuator Samudera Pasifik.

Kondisi hangat ini mempengaruhi lingkungan air lokal, tetapi juga memacu pola cuaca ekstrim di seluruh dunia, dari banjir di California hingga kekeringan di Australia.
| xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top