Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

NASA ciptakan alat canggih analisis El Nino

NASA ciptakan alat canggih analisis El Nino

Los Angeles-KoPi| Badan Antariksa Amerika Serikat NASA telah menemukan alat untuk mengamati peristiwa El Nino dengan lebih baik. Pengamatan ini dilakukan di luar angkasa.

Pengamatan satelit dilengkapi dengan kekuatan pemrosesan super komputer untuk sistem pemodelannya. Para ilmuwan meyakini rangkaian lengkap alat ini mampu menganalisis El Nino dan dampak global lebih baik daripada sebelumnya.

“Tahun ini El Nino kemungkinan akan sama dengan 1997-1998,” kata perwakilan NASA.

El Nino merupakan fenomena menarik karena memiliki luas dan beragam dampak yang terjadi di belahan dunia. Fakta ada kaitan kebakaran di Indonesia terkait dengan pola sirkulasi yang mempengaruhi curah hujan di atas Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan dampak El Nino begitu kompleks dan saling berhubungan dengan sistem Bumi," kata Lesley Ott.

Selama El Nino tahun 1997-1998, permukaan air laut turun kaki hingga (30 cm) di wilayah Pasifik barat dan menyebabkan mahluk hidup seperti terumbu karang kering. Tahun ini El Nino telah menyebabkan permukaan laut juga menurunkan permukaan air laut sebesar tujuh inci (18 cm) di barat Samudera Pasifik tropis.

El Nino adalah fenomena alam yang terjadi setiap 2-7 tahun. Berlangsung antara enam dan 18 bulan. Hal ini menyebabkan pemanasan di perairan permukaan bagian timur ekuator Samudera Pasifik.

Kondisi hangat ini mempengaruhi lingkungan air lokal, tetapi juga memacu pola cuaca ekstrim di seluruh dunia, dari banjir di California hingga kekeringan di Australia.
| xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top