Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Mohon Maaf, Kabar Bumi gelap selama 15 hari di bulan November adalah Hoax

On June 30, Venus and Jupiter were close in western skies at dusk. Near the culmination of this year's gorgeous conjunction, the two bright evening planets are captured in the same telescopic field of view in this image taken after sunset from Bejing, China. As the two bright planets set together in the west, a nearly Full Moon rose above the horizon to the south and east. Imaged that night with the same telescope and camera, the rising Moon from the opposite part of the sky is compared with the planetary conjunction for scale in the digitally composited image. The full lunar disk covers an angle of about 1/2 degree on the sky. Visible as well in binoculars and small telescopes are Venus' crescent and Jupiter's four Galilean moons. Of course, Venus and Jupiter are still close. NASA/Letian Wang On June 30, Venus and Jupiter were close in western skies at dusk. Near the culmination of this year's gorgeous conjunction, the two bright evening planets are captured in the same telescopic field of view in this image taken after sunset from Bejing, China. As the two bright planets set together in the west, a nearly Full Moon rose above the horizon to the south and east. Imaged that night with the same telescope and camera, the rising Moon from the opposite part of the sky is compared with the planetary conjunction for scale in the digitally composited image. The full lunar disk covers an angle of about 1/2 degree on the sky. Visible as well in binoculars and small telescopes are Venus' crescent and Jupiter's four Galilean moons. Of course, Venus and Jupiter are still close. NASA/Letian Wang

KoPi| KoranOpiniCom meminta maaf pada masyarakat atas atas penayangan kabar berjudul NASA: Bumi gelap selama 15 hari, mulai 15 November 2015 (3/11). Kabar itu setelah diverifikasi dinyatakan sebagai informasi hoax oleh Vittorio Hernandez melalui tulisannya di IBTime (http://www.ibtimes.com.au/hoax-alert-there-wont-be-15-days-complete-darkness-november-2015-1471317).

KoranOpini juga melakukan pengecekkan di situs resmi NASA (www.nasa.govdan tidak menemukan informasi tersebut. Artikel dengan judul Confirms Earth Wil Experience 15 Days of Complete Darkness in November 2015 ( https://newswatch33.com/science/nasa-confirms-earth-will-experience-15-days-of-complete-darkness-in-november-2015/), setelah dicek tidak ditemukan pernyataan resmi dari pihak NASA tentang akan ada persitiwa tersebut di bulan November 2015.

Dalam tulisannya Vittorio mengatakan bahwa sumber informasi ini diterbitkan oleh situs Newswatch33 pada bulan Juni dan kemudian dilansir oleh banyak media melalui Street77news yang beralamat di Nigeria.

Sebelumnya, artikel tersebut pernah ditayangkan pada pertengan bulan Juni 2015 yang menyatakan bahwa pada 26 Oktober 2015, "Venus dan Jupiter akan terlihat sejajar dalam jarak dekat dan akan dipisahkan hanya 1 derajat. Ketika Venus melewati daya Jupiter, Venus diduga akan bersinar 10 kali lebih terang dari Jupiter dan cahaya dari Venus akan memanaskan gas Jupiter dan memicu reaksi.

Maksud sebagai reaksi pelepasan belum pernah terjadi sebelumnya, jumlah hidrogen ke ruang angkasa yang akan mencapai matahari dan menyebabkan ledakan besar di permukaan matahari. Hal ini, pada gilirannya, akan meningkatkan suhu permukaan Matahari 9.000 derajat Kelvin. Matahari kemudian akan memancarkan panas inti yang akan menyebabkan meredupnyak warna kebiruan dan membutuhkan 14 hari untuk kembali pada suhu normal.

Setelah dicek di Web NASA memang menunjukkan hal tersebut. Namun, pada tanggal 30 Juni 2015, Venue dan Jupiter memang muncul lebih dekat hingga mencapai titik terdekat, atau seperti bersatu. Tapi pada saat itu, Venus berjarak 48 juta mil dari Bumi dan Jupiter sejauh 565 mil jauhnya. Tapi jika dilihat dari Bumi, keduanya muncul seperti menyentuh, menurut Alan MacRobert, editor senior majalah Sky & Telescope. 

back to top