Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mohon Maaf, Kabar Bumi gelap selama 15 hari di bulan November adalah Hoax

On June 30, Venus and Jupiter were close in western skies at dusk. Near the culmination of this year's gorgeous conjunction, the two bright evening planets are captured in the same telescopic field of view in this image taken after sunset from Bejing, China. As the two bright planets set together in the west, a nearly Full Moon rose above the horizon to the south and east. Imaged that night with the same telescope and camera, the rising Moon from the opposite part of the sky is compared with the planetary conjunction for scale in the digitally composited image. The full lunar disk covers an angle of about 1/2 degree on the sky. Visible as well in binoculars and small telescopes are Venus' crescent and Jupiter's four Galilean moons. Of course, Venus and Jupiter are still close. NASA/Letian Wang On June 30, Venus and Jupiter were close in western skies at dusk. Near the culmination of this year's gorgeous conjunction, the two bright evening planets are captured in the same telescopic field of view in this image taken after sunset from Bejing, China. As the two bright planets set together in the west, a nearly Full Moon rose above the horizon to the south and east. Imaged that night with the same telescope and camera, the rising Moon from the opposite part of the sky is compared with the planetary conjunction for scale in the digitally composited image. The full lunar disk covers an angle of about 1/2 degree on the sky. Visible as well in binoculars and small telescopes are Venus' crescent and Jupiter's four Galilean moons. Of course, Venus and Jupiter are still close. NASA/Letian Wang

KoPi| KoranOpiniCom meminta maaf pada masyarakat atas atas penayangan kabar berjudul NASA: Bumi gelap selama 15 hari, mulai 15 November 2015 (3/11). Kabar itu setelah diverifikasi dinyatakan sebagai informasi hoax oleh Vittorio Hernandez melalui tulisannya di IBTime (http://www.ibtimes.com.au/hoax-alert-there-wont-be-15-days-complete-darkness-november-2015-1471317).

KoranOpini juga melakukan pengecekkan di situs resmi NASA (www.nasa.govdan tidak menemukan informasi tersebut. Artikel dengan judul Confirms Earth Wil Experience 15 Days of Complete Darkness in November 2015 ( https://newswatch33.com/science/nasa-confirms-earth-will-experience-15-days-of-complete-darkness-in-november-2015/), setelah dicek tidak ditemukan pernyataan resmi dari pihak NASA tentang akan ada persitiwa tersebut di bulan November 2015.

Dalam tulisannya Vittorio mengatakan bahwa sumber informasi ini diterbitkan oleh situs Newswatch33 pada bulan Juni dan kemudian dilansir oleh banyak media melalui Street77news yang beralamat di Nigeria.

Sebelumnya, artikel tersebut pernah ditayangkan pada pertengan bulan Juni 2015 yang menyatakan bahwa pada 26 Oktober 2015, "Venus dan Jupiter akan terlihat sejajar dalam jarak dekat dan akan dipisahkan hanya 1 derajat. Ketika Venus melewati daya Jupiter, Venus diduga akan bersinar 10 kali lebih terang dari Jupiter dan cahaya dari Venus akan memanaskan gas Jupiter dan memicu reaksi.

Maksud sebagai reaksi pelepasan belum pernah terjadi sebelumnya, jumlah hidrogen ke ruang angkasa yang akan mencapai matahari dan menyebabkan ledakan besar di permukaan matahari. Hal ini, pada gilirannya, akan meningkatkan suhu permukaan Matahari 9.000 derajat Kelvin. Matahari kemudian akan memancarkan panas inti yang akan menyebabkan meredupnyak warna kebiruan dan membutuhkan 14 hari untuk kembali pada suhu normal.

Setelah dicek di Web NASA memang menunjukkan hal tersebut. Namun, pada tanggal 30 Juni 2015, Venue dan Jupiter memang muncul lebih dekat hingga mencapai titik terdekat, atau seperti bersatu. Tapi pada saat itu, Venus berjarak 48 juta mil dari Bumi dan Jupiter sejauh 565 mil jauhnya. Tapi jika dilihat dari Bumi, keduanya muncul seperti menyentuh, menurut Alan MacRobert, editor senior majalah Sky & Telescope. 

back to top