Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Militan GAZA hujani Israel dengan roket

Militan GAZA hujani Israel dengan roket

Israel-KoPi- Militan Gaza melanjutkan serangan roket ke Israel setelah gencatan senjata berakhir. Mereka kembali melancarkan serangan roket ke Israel pada hari Jumat setelah pembicaraan yang ditengahi Mesir di Kairo gagal.

Hal itu menambah panjang waktu gencatan senjata setelah 72 jam dari perang yang terjadi hampir satu bulan penuh. 

Polisi Israel mengatakan, sirene peringatan roket terdengar di Israel selatan. "Iron Dome", merupakan sistem pencegat roket udara yang dimiliki militer Israel yang dapat memberikan tanda adanya serangan rudal di selatan kota Ashkelon. 

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan di Twitter, "Setelah 72 jam gencatan senjata, Hamas hujani Israel dengan roket sebanyak lima kali, satu diantaranya berhasil digagalkan di Ashkelon". 

Irfan Ridlowi

Sumber : reuters.com

 

back to top