Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Microsoft rekrut karyawan autis

Microsoft rekrut karyawan autis

KoPi| Microsoft membuat gebarkan baru dengan merekut karyawan autis. Microsoft telah mengumukan akan menggunakan upaya terpadu untuk mempekerjakan penyandang autis.

Pihak Microsoft bekerjasama dengan agen spesialis penjaringan karyawan Specialisterne. Agen tersenut berwenang melatih dan mencari posisi untuk penyandang autis.
Program tersebut akan diluncurkan pada bulan Mei dengan 10 posisi kerja penuh di perusahaan Redmond, Wash., yakni kantor pusat dari perusahaan.

 “Microsoft akan lebih kuat ketika kami dapat memperluas kesempatan dan kami pun mempunyai angkatan kerja yang berbeda sebagaimana mewakili pelanggan kami,” kata wakil presiden perusahaan tingkat dunia Mary Ellen Smith, yang memiliki seorang putra berusia 19 tahun yang juga menyandang autis.

 “Orang-orang yang menyandang autis memberi kekuatan yang kami butuhkan di Microsoft, setiap pribadi adalah berbeda, sedangkan mereka  memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk menguasai informasi, memperhatikan detail dan mendalami atau unggul di matematika atau kode,” tulisnya. “bakat inilah yang kami inginkan untuk meneruskan kejayaan Microsoft!”

Microsoft telah menjadi perusahaan yang ramah pada penyandang autis. Pada tahun 2001, perusahaan ini menyumbangkan sebagian laba yang diperuntukkan bagi anak-anak penyandang autis. Sebuah langkah yang kemudian diikuti oleh perusahaan lain seperti Apple, Intel, Cisco, Oracle, dan Qualcomm.

“Kami merasa senang dengan program perekrutan karyawan yang menyandang disabilitas dan kami percaya pada mereka, kami dapat membuat, mendukung, dan membangun produk dan pelayanan yang hebat,” kata Smith. “Pelanggan kami berbeda dan kami pun butuh menyesuaikannya.” | cnet.com| Roihatul Firdaus|

back to top