Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Menlu Inggris: Rusia rusak upaya damai Perang Suriah

Menlu Inggris: Rusia rusak upaya damai Perang Suriah

KoPi| Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyebutkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah merusak upaya masyarakat internasional untuk mengakhiri perang Suriah setelah Rusia mengebomi pejuang oposisi yang merupakan musuh ISIS, untuk menguatkan Basyar al-Assad.

Vladimir Putin hanya berbicara omong kosong menyoal proses politik di Suriah, sementara di sisi lain Rusia terus mengebom para penentang Assad dan membunuhi warga sipil.

Rusia datang membantu di tahun 2015 ketika pasukan Assad terdesak oleh kekalahan beruntun, sehingga mengancam kampung halaman penganut Nushairiyah di Latakia, setelah jatuhnya hampir seluruh Idlib ke tangan para pejuang.

Putin beralasan Rusia hadir untuk mengalahkan ISIS dan "terorisme internasional". Namun menurut sumber independen, sebagian besar serangan Rusia menyasar wilayah pejuang musuh ISIS, serta membunuh 1400 warga sipil (SOHR, Januari).

"Ini sumber kesedihan bagi saya, bahwa semua upaya yang dilakukan telah dirusak oleh Rusia,"kata Hammond kepada Reuters, di kamp pengungsi Zatari di Yordania, sekitar 10 km dari perbatasan Suriah.

"Rusia berkata 'ayo lakukan perundingan', kemudian mereka berunding, berunding dan berunding. Masalah pada Rusia adalah, ketika sedang berunding mereka juga mengebom, dan mendukung Assad,"lanjut Hammond.

Intervensi militer Rusia menyebabkan bertambahnya para pengungsi ke negara-negara sekitar dan membuat orang-orang terusir dari rumahnya.

Hammond juga menyebut bahwa serangan Rusia di Suriah justru menguntungkan ISIS, karena 70% serangan menyasar oposisi Suriah.

Menurut Hammond, Rusia dan Iran yang merupakan sekutu Assad tidak memberi manfaat bagi upaya perdamaian di Suriah. Keduanya hanya berfokus untuk melestarikan kekuasaan rezim Assad. (Reuters)

back to top