Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menlu Inggris: Rusia rusak upaya damai Perang Suriah

Menlu Inggris: Rusia rusak upaya damai Perang Suriah

KoPi| Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyebutkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah merusak upaya masyarakat internasional untuk mengakhiri perang Suriah setelah Rusia mengebomi pejuang oposisi yang merupakan musuh ISIS, untuk menguatkan Basyar al-Assad.

Vladimir Putin hanya berbicara omong kosong menyoal proses politik di Suriah, sementara di sisi lain Rusia terus mengebom para penentang Assad dan membunuhi warga sipil.

Rusia datang membantu di tahun 2015 ketika pasukan Assad terdesak oleh kekalahan beruntun, sehingga mengancam kampung halaman penganut Nushairiyah di Latakia, setelah jatuhnya hampir seluruh Idlib ke tangan para pejuang.

Putin beralasan Rusia hadir untuk mengalahkan ISIS dan "terorisme internasional". Namun menurut sumber independen, sebagian besar serangan Rusia menyasar wilayah pejuang musuh ISIS, serta membunuh 1400 warga sipil (SOHR, Januari).

"Ini sumber kesedihan bagi saya, bahwa semua upaya yang dilakukan telah dirusak oleh Rusia,"kata Hammond kepada Reuters, di kamp pengungsi Zatari di Yordania, sekitar 10 km dari perbatasan Suriah.

"Rusia berkata 'ayo lakukan perundingan', kemudian mereka berunding, berunding dan berunding. Masalah pada Rusia adalah, ketika sedang berunding mereka juga mengebom, dan mendukung Assad,"lanjut Hammond.

Intervensi militer Rusia menyebabkan bertambahnya para pengungsi ke negara-negara sekitar dan membuat orang-orang terusir dari rumahnya.

Hammond juga menyebut bahwa serangan Rusia di Suriah justru menguntungkan ISIS, karena 70% serangan menyasar oposisi Suriah.

Menurut Hammond, Rusia dan Iran yang merupakan sekutu Assad tidak memberi manfaat bagi upaya perdamaian di Suriah. Keduanya hanya berfokus untuk melestarikan kekuasaan rezim Assad. (Reuters)

back to top