Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Menghina Islam, orang tahu konsekuensinya

Menghina Islam, orang tahu konsekuensinya

KoPi| Setelah aksi penembakan yang menewaskan empat jurnalis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur penghinaan nabi yang dimuliakan umat Islam, seorang aktivis Islam Anjem Choudary menulis surat terbuka berjudul 'People Know The Consequences' atau Orang Tahu Konsekuensinya.

Dalam surat yang kemudian diterbitkan oleh USA Today, Choudary mengatakan berlawanan dengan kesalahpahaman umum, Islam bukan berarti damai, tapi hanya tunduk pada perintah Allah saja. Oleh sebab itu Islam tidak percaya pada konsep kebebasan berekspresi. Ucapan dan tindakan mereka ditentunkan oleh wahyu ilahi bukan didasarkan pada keinginan orang.

Pertanyaannya, mengapa Perancis membiarkan sebuah tabloid memprovokasi umat Islam?

Choudary kemudian menambahkan: "Pemerintah Baratberkedok dengan nama kebebasan ketika sedang terlibat dalam sebuah penyiksaan dengan tafsirnya sendiri. Barat membatasi kebebasan gerak kaum Muslim dengan kedok keamanan nasional.

Anjem Chodary juga mengatakan bahwa meskipun orang Islam tidak sepakat dengan ekpresi kebebasan seperti itu, tetapi bahkan kaum non muslim juga mengatakan kebebasan dengan tanggang jawab. Di dalam dunia yang tidak lagi stabil dan tidak aman, menghina nabi kaum muslimin konsekuensinya diketahui oleh kaum muslim dan non muslim sendiri.

Anjem Choudary dikenal sebagai seorang Muslim Radikal di London dan dosen di Suriah. Ia juga bercuit di akun twitternya @anjemchoudary untuk menanggapi tragedi Charlie Hebdod.

 

back to top