Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menghina Islam, orang tahu konsekuensinya

Menghina Islam, orang tahu konsekuensinya

KoPi| Setelah aksi penembakan yang menewaskan empat jurnalis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur penghinaan nabi yang dimuliakan umat Islam, seorang aktivis Islam Anjem Choudary menulis surat terbuka berjudul 'People Know The Consequences' atau Orang Tahu Konsekuensinya.

Dalam surat yang kemudian diterbitkan oleh USA Today, Choudary mengatakan berlawanan dengan kesalahpahaman umum, Islam bukan berarti damai, tapi hanya tunduk pada perintah Allah saja. Oleh sebab itu Islam tidak percaya pada konsep kebebasan berekspresi. Ucapan dan tindakan mereka ditentunkan oleh wahyu ilahi bukan didasarkan pada keinginan orang.

Pertanyaannya, mengapa Perancis membiarkan sebuah tabloid memprovokasi umat Islam?

Choudary kemudian menambahkan: "Pemerintah Baratberkedok dengan nama kebebasan ketika sedang terlibat dalam sebuah penyiksaan dengan tafsirnya sendiri. Barat membatasi kebebasan gerak kaum Muslim dengan kedok keamanan nasional.

Anjem Chodary juga mengatakan bahwa meskipun orang Islam tidak sepakat dengan ekpresi kebebasan seperti itu, tetapi bahkan kaum non muslim juga mengatakan kebebasan dengan tanggang jawab. Di dalam dunia yang tidak lagi stabil dan tidak aman, menghina nabi kaum muslimin konsekuensinya diketahui oleh kaum muslim dan non muslim sendiri.

Anjem Choudary dikenal sebagai seorang Muslim Radikal di London dan dosen di Suriah. Ia juga bercuit di akun twitternya @anjemchoudary untuk menanggapi tragedi Charlie Hebdod.

 

back to top