Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Menghina Islam, orang tahu konsekuensinya

Menghina Islam, orang tahu konsekuensinya

KoPi| Setelah aksi penembakan yang menewaskan empat jurnalis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur penghinaan nabi yang dimuliakan umat Islam, seorang aktivis Islam Anjem Choudary menulis surat terbuka berjudul 'People Know The Consequences' atau Orang Tahu Konsekuensinya.

Dalam surat yang kemudian diterbitkan oleh USA Today, Choudary mengatakan berlawanan dengan kesalahpahaman umum, Islam bukan berarti damai, tapi hanya tunduk pada perintah Allah saja. Oleh sebab itu Islam tidak percaya pada konsep kebebasan berekspresi. Ucapan dan tindakan mereka ditentunkan oleh wahyu ilahi bukan didasarkan pada keinginan orang.

Pertanyaannya, mengapa Perancis membiarkan sebuah tabloid memprovokasi umat Islam?

Choudary kemudian menambahkan: "Pemerintah Baratberkedok dengan nama kebebasan ketika sedang terlibat dalam sebuah penyiksaan dengan tafsirnya sendiri. Barat membatasi kebebasan gerak kaum Muslim dengan kedok keamanan nasional.

Anjem Chodary juga mengatakan bahwa meskipun orang Islam tidak sepakat dengan ekpresi kebebasan seperti itu, tetapi bahkan kaum non muslim juga mengatakan kebebasan dengan tanggang jawab. Di dalam dunia yang tidak lagi stabil dan tidak aman, menghina nabi kaum muslimin konsekuensinya diketahui oleh kaum muslim dan non muslim sendiri.

Anjem Choudary dikenal sebagai seorang Muslim Radikal di London dan dosen di Suriah. Ia juga bercuit di akun twitternya @anjemchoudary untuk menanggapi tragedi Charlie Hebdod.

 

back to top