Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Melihat penyelamatan paling dramatis dari gempa bumi di Nepal

Melihat penyelamatan paling dramatis dari gempa bumi di Nepal
KoPi | Seorang wartawan foto bernama Narendra Sharestha masih berada di rumahnya ketika ia merasakan getaran gempa 7,8 SR yang melanda bagian Nepal tengah, Sabtu lalu. “Saya pikir saya akan mati,” Sharestha mengungkapkan pada TIME. “Hal itu sangat mengerikan. Bagaimana saya bisa melewatinya? Itu merupakan hari keberuntungan saya.”

Begitu getaran gempa dimulai, putrinya menangis. Dia tidak ingin meninggalkan rumah yang baru dibangun itu. Tapi, Shrestha mengatakan kepada dirinya sendiri, “aku harus mengambil gambar ini. ini adalah tugasku”

Shrestha merupakan fotografer untuk European Pressphoto Agency yang berbasis di Kathmandu. Ia telah bekerja di bidang tersebut selama 17 tahun.

Shrestha terpana oleh kehancuran yang disebabkan gempa itu. “Semua orang terkejut” katanya.

Tidak jauh dari rumahnya di Thamel, sebuah tempat penghubung para wisatawan di Khathmandu, ia datangi sebuah hotel yang dalam tahap pembangunan. Sebuah rumah tua yang terletak di sebelah hotel itu telah runtuh, menjebak sejumlah orang di dalamnya.

Sharestha memperkirakan ada 40 pekerja bangunan yang berusaha mencari para korban yang terperangkap. Tak lama mereka menemukan seorang pria. Tampak jelas ia masih hidup.

“Yang hanya bisa dilihat adalah kepalanya” ujarnya. “Bagian tubuh yang lain terpendam.”

Dengan debu yang masih betebaran di udara dan kesibukan para petugas penyelamat dan para relawan yang berjuang untuk menemukan korban yang masih hidup, Shrestha menangkap beberapa adegan kekacauan sebelum kembali ke kantornya untuk mengirimkan foto-foto.

Shrestha juga mengunjungi ayahnya yang telah melalui banyak gempa bumi. “Dia tidak pernah melihat yang seperti ini,” ujarnya.

Saat malam mulai datang di Kathamandu, orang-orang masih terkejut. “Tidak ada yang tidur di rumah mereka malam itu. Saya sendiri memindahkan keluarga saya keluar. Aku bersyukur keluargaku baik-baik saja,” ungkapnya. | Time.com | Labibah

back to top