Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Melihat penyelamatan paling dramatis dari gempa bumi di Nepal

Melihat penyelamatan paling dramatis dari gempa bumi di Nepal
KoPi | Seorang wartawan foto bernama Narendra Sharestha masih berada di rumahnya ketika ia merasakan getaran gempa 7,8 SR yang melanda bagian Nepal tengah, Sabtu lalu. “Saya pikir saya akan mati,” Sharestha mengungkapkan pada TIME. “Hal itu sangat mengerikan. Bagaimana saya bisa melewatinya? Itu merupakan hari keberuntungan saya.”

Begitu getaran gempa dimulai, putrinya menangis. Dia tidak ingin meninggalkan rumah yang baru dibangun itu. Tapi, Shrestha mengatakan kepada dirinya sendiri, “aku harus mengambil gambar ini. ini adalah tugasku”

Shrestha merupakan fotografer untuk European Pressphoto Agency yang berbasis di Kathmandu. Ia telah bekerja di bidang tersebut selama 17 tahun.

Shrestha terpana oleh kehancuran yang disebabkan gempa itu. “Semua orang terkejut” katanya.

Tidak jauh dari rumahnya di Thamel, sebuah tempat penghubung para wisatawan di Khathmandu, ia datangi sebuah hotel yang dalam tahap pembangunan. Sebuah rumah tua yang terletak di sebelah hotel itu telah runtuh, menjebak sejumlah orang di dalamnya.

Sharestha memperkirakan ada 40 pekerja bangunan yang berusaha mencari para korban yang terperangkap. Tak lama mereka menemukan seorang pria. Tampak jelas ia masih hidup.

“Yang hanya bisa dilihat adalah kepalanya” ujarnya. “Bagian tubuh yang lain terpendam.”

Dengan debu yang masih betebaran di udara dan kesibukan para petugas penyelamat dan para relawan yang berjuang untuk menemukan korban yang masih hidup, Shrestha menangkap beberapa adegan kekacauan sebelum kembali ke kantornya untuk mengirimkan foto-foto.

Shrestha juga mengunjungi ayahnya yang telah melalui banyak gempa bumi. “Dia tidak pernah melihat yang seperti ini,” ujarnya.

Saat malam mulai datang di Kathamandu, orang-orang masih terkejut. “Tidak ada yang tidur di rumah mereka malam itu. Saya sendiri memindahkan keluarga saya keluar. Aku bersyukur keluargaku baik-baik saja,” ungkapnya. | Time.com | Labibah

back to top