Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Melihat penyelamatan paling dramatis dari gempa bumi di Nepal

Melihat penyelamatan paling dramatis dari gempa bumi di Nepal
KoPi | Seorang wartawan foto bernama Narendra Sharestha masih berada di rumahnya ketika ia merasakan getaran gempa 7,8 SR yang melanda bagian Nepal tengah, Sabtu lalu. “Saya pikir saya akan mati,” Sharestha mengungkapkan pada TIME. “Hal itu sangat mengerikan. Bagaimana saya bisa melewatinya? Itu merupakan hari keberuntungan saya.”

Begitu getaran gempa dimulai, putrinya menangis. Dia tidak ingin meninggalkan rumah yang baru dibangun itu. Tapi, Shrestha mengatakan kepada dirinya sendiri, “aku harus mengambil gambar ini. ini adalah tugasku”

Shrestha merupakan fotografer untuk European Pressphoto Agency yang berbasis di Kathmandu. Ia telah bekerja di bidang tersebut selama 17 tahun.

Shrestha terpana oleh kehancuran yang disebabkan gempa itu. “Semua orang terkejut” katanya.

Tidak jauh dari rumahnya di Thamel, sebuah tempat penghubung para wisatawan di Khathmandu, ia datangi sebuah hotel yang dalam tahap pembangunan. Sebuah rumah tua yang terletak di sebelah hotel itu telah runtuh, menjebak sejumlah orang di dalamnya.

Sharestha memperkirakan ada 40 pekerja bangunan yang berusaha mencari para korban yang terperangkap. Tak lama mereka menemukan seorang pria. Tampak jelas ia masih hidup.

“Yang hanya bisa dilihat adalah kepalanya” ujarnya. “Bagian tubuh yang lain terpendam.”

Dengan debu yang masih betebaran di udara dan kesibukan para petugas penyelamat dan para relawan yang berjuang untuk menemukan korban yang masih hidup, Shrestha menangkap beberapa adegan kekacauan sebelum kembali ke kantornya untuk mengirimkan foto-foto.

Shrestha juga mengunjungi ayahnya yang telah melalui banyak gempa bumi. “Dia tidak pernah melihat yang seperti ini,” ujarnya.

Saat malam mulai datang di Kathamandu, orang-orang masih terkejut. “Tidak ada yang tidur di rumah mereka malam itu. Saya sendiri memindahkan keluarga saya keluar. Aku bersyukur keluargaku baik-baik saja,” ungkapnya. | Time.com | Labibah

back to top