Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mc Donald dan KFC meminta maaf karena menggunakan daging busuk

Mc Donald dan KFC meminta maaf karena menggunakan daging busuk
McDonald dan KFC di Cina menghadapi ketakutan mengenai peraturan keamanan pangan baru setelah Senin stasiun televisi Shanghai melaporkan pemasok menjual daging sapi dan daging ayam yang telah busuk.
 

Kopi - Kedua restoran cepat saji tersebut meminta maaf kepada pelanggan di Cina dan Jepang, pemerintah Cina menutup pabrik tersebut setelah ada laporan bahwa para pekerja mengambil daging yang telah jatuh ke lantai dan daging yang telah busuk dicampur dengan daging yang baru.

Perusahaan mengatakan mereka segera berhenti menggunakan daging dari pemasok, Husi Food Co, Ltd. Kantor Agen Makanan dan Obat di Shanghai China mengatakan sedang menyelidiki kasus ini dan mengatakan kepada pelanggan untuk menghentikan penggunaan produk dari pemasok.

Dragon TV mengatakan pada hari Minggu bahwa Husi, pemilik Grup OSI dari Aurora, Illinois, mengemas daging sapi dan daging ayam yang sudah membusuk dan menempatkan tanggal kadaluwarsa baru pada kemasannya. Mereka menjual produknya ke McDonald, KFC dan restoran Pizza Hut.

Kekhawatiran terhadap Keamanan Pangan

Laporan tersebut menambahkan serangkaian dari pengamanan pangan di Cina telah membuat publik kehilangan kepercayaan kepada perusahaan makanan. Seperti perusahaan susu, makanan cepat saji dan pemasok lainnya.

Perusahaan McDonald dan Yum Brands Inc, yang memiliki KFC, Pizza Hut dan Taco Bell, mengatakan mereka sedang melakukan penyelidikan mereka sendiri.

"Keamanan pangan merupakan prioritas utama bagi McDonald," kata perusahaan itu di akun microblog-nya. Perusahaan itu mengatakan "patuh" dengan undang-undang dan peraturan keamanan konsumen yang berlaku dan tidak memiliki "toleransi untuk tindakan ilegal."

Sebuah perusahaan ketiga, Gerai sandwich Dicos, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berhenti menggunakan sosis roti yang disediakan oleh Husi. Dicos dimiliki oleh Ting Hsin International Grup Taiwan, yang didalam website perusahaan mengatakan memiliki 2.000 gerai di China sejak September 2013.

Kantor  pemerintahan bidang administrasi makanan dan obat di Shanghai mengatakan pihaknya bekerja sama dengan polisi untuk menyelidiki Husi.

"Saat ini, perusahaan telah disegel dan produk tersangka telah disita," ungkap lembaga tersebut dalam situsnya.

Kekurangan di McDonald

McDonald disegel atas 4.500 kasus karena daging sapi, babi, ayam dan produk lain yang dipasok oleh Husi untuk dilakukan penyelidikan dan Pizza Hut disegel atas 500 kasus daging sapi, pemerintah mengungkapkan sebuah pernyataan. McDonald menghadapi kekurangan dalam beberapa produknya yang ada dalam pasar yang sangat besar karena penyidikan.

Seorang wanita yang menjawab telepon di kantor pusat Husi mengatakan tidak ada yang bersedia untuk komentar. Xinhua News Agency mengutip seorang manajer perusahaan, Yang Liqun  mengatakan Husi memiliki sistem kontrol kualitas yang ketat dan akan bekerja sama dalam penyelidikan.

Sekertaris Partai Komunis Shanghai, Han Zheng, menyerukan "hukuman berat" dari segala kesalahan, sesuai dengan pernyataan pemerintah kota.

McDonald, yang berbasis di Oak Brook, Illinois, mengatakan pihaknya menangguhkan distribusi dan penjualan produk dari pabrik yang bersangkutan.

"Jika dikonfirmasi, praktik yang diuraikan dalam laporan ini adalah benar-benar tidak dapat diterima oleh McDonald," ungkap perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Yum pulih dari skandal tahun lalu

Yum’s KFC adalah jaringan restoran terbesar di China, dengan lebih dari 4.000 outlet dan berencana untuk membuka 700 outlet atau lebih pada tahun ini. Perusahaan, yang berbasis di Louisville, Kentucky, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "keamanan pangan merupakan prioritas paling penting bagi kita. Kami tidak akan mentolerir setiap pelanggaran hukum dan peraturan pemerintah dari pemasok kami."

Perusahaan ini terluka parah setelah televisi negara melaporkan pada bulan Desember 2013 yang menyatakan ada beberapa pemasok unggas yang melanggar aturan tentang penggunaan obat pada ayam. Yum mengatakan penjualan KFC di China anjlok 37 persen pada bulan berikutnya. KFC meluncurkan upaya untuk memperketat kontrol atas kualitas produk dan menghilangkan lebih dari 1.000 produsen unggas kecil dari jaringan pasokan.

Dalam serangkaian skandal – skandal produk selama satu dekade terakhir, bayi, pasien rumah sakit dan lain-lain telah terbunuh oleh barang palsu atau susu bubuk yang tercemar, obat -obatan dan barang-barang lainnya.

Merek makanan cepat saji asing dipandang lebih dapat diandalkan dibandingkan pesaingnya di China, meskipun merek lokal telah membuat perbaikan besar dalam kualitas.

High Profil  dari merek asing merupakan sebuah keluhan yang dapat menarik perhatian, sementara status mereka sebagai perusahaan asing dengan pengaruh politik dapat membuat media China mempublikasikan masalah mereka lebih bebas.

"Saya pikir ini akan menjadi benar-benar menantang bagi kedua perusahaan tersebut," Benjamin Cavender, Kepala Research Market Group yang berbasis di Shanghai di China kepada Reuters.

"Saya tidak tahu  ini adalah sebuah permintaan maaf yang bisa memperbaiki dengan mudah, karena pada titik ini orang tidak punya banyak kepercayaan bahwa mereka memiliki sistem yang baik," tambahnya.

Suci Wulandari
Sumber: CBC NEWS

back to top