Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

"Mati kekenyangan" gara-gara kulkas tak terkunci

"Mati kekenyangan" gara-gara kulkas tak terkunci
KoPi | Istilah "mati kekenyangan" mungkin selama ini hanya sebagai kiasan. Tapi hal ini benar-benar terjadi pada Kirsty Derry, perempuan penderita obesitas asal Staffordshire. Ia makan sangat banyak hingga "mati kekenyangan" setelah perawatnya membiarkan kulkas tak terkunci.
 

Sejak usia 2 tahun, Kirsty Derry didiagnosa menderita kondisi langka, yaitu Prader-Willi Syndrome, di mana ia selalu merasa lapar. Ibunya, Julie Fallow, telah berusaha membatasi jumlah asupan makanan.

Derry meninggal pada Juli 2013 lalu. Dalam sebuah pemeriksaan resmi yang dilakukan baru-baru ini, perempuan berbobot 120 kg tersebut mengalami serangan jantung setelah para pekerja sosial membiarkan kunci kulkas terbuka. Akibatnya, Derry melahap coklat Double Decker dan es krim Cornetto hingga ia mengalami serangan jantung. Padahal, sebulan sebelum Derry meninggal, ibunya menulis surat pada dewan kota atas kesehatan anaknya.

"Sebelum Kirsty hidup dalam dukungan jaminan kesehatan, saya selalu mengunci kulkas dan rak makanan saya buat sangat tinggi sehingga ia tidak bisa menjangkaunya. Kirsty memutuskan untuk hidup mandiri, ia sudah dewasa dan saya tidak bisa menghentikan dia. Saya ingin dia bahagia dan memperbolehkannya tinggal dalam dukungan jaminan kesehatan," ungkap Fallow pada Dewan Kota Staffordshire.

Namun setelah hidup mandiri, bobot Derry melonjak dari 76 kg menjadi 120 kg dalam waktu 9 bulan. Fallow mengatakan putrinya seharusnya mendapat pengawasan dari pekerja sosial dari pukul 8 hingga pukul 10 malam setiap hari, namun kenyataannya tidak demikian. 

Rumah Derry dilengkapi dengan teknologi untuk orang cacat, sehingga kulkasnya memiliki kunci otomatis. Bahkan kulkas tersebut juga dilengkapi alarm untuk memperingatkan pekerja sosial jika ia memaksa membukanya.

"Saya tahu ia sudah dewasa, tapi ia butuh bantuan. Mereka seharusnya mengatakan "tidak" padanya. Ia sangat suka coklat Double Decker dan Cornetto. Mereka seharusnya tidak memperbolehkannya memakan itu. Dia tidak hanya mengidap Prader-Wili, tapi juga diabetes," ucap Fallow.

Para pekerja sosial mengatakan mereka tak bisa berbuat apa-apa karena Derry punya kapasitas mental untuk membuat keputusan. Ketidakmampuan para pekerja sosial membuat Fallow menulis surat pada Dewan Kota mengenai kekhawatirannya pada kesehatan Derry.

"Bagaimana mungkin seseorang dinilai memiliki kapasitas mental saat pilihan yang mereka buat bisa membunuhnya?" tulis Fallow.

Sindrom Prader-Wili merupakan kondisi genetik langka yang menyebabkan masalah seperti keinginan makan terus menerus dan terhambatnya pertumbuhan. Selain itu penderita juga mengalami kesulitan belajar, kurangnya perkembangan seksual, dan masalah perilaku seperti keras kepala dan mudah ngambek.

Sindrom Prader-Wili disebabkan karena kromososm nomor 15. Di Inggris, sindrom ini menyerang 1 di antara 15.000 bayi baru lahir.

Hingga saat ini sindrom ini belum memiliki obat, dan penderita harus mendapat perawatan khusus untuk menjaga pola makan yang sehat. Anak dengan sindrom Prader-Wili bisa makan 6 kali lebih banyak dari anak-anak berumur sama, dan masih tetap merasa lapar. |Daily Mail

back to top