Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Malala Yosafzai kritik komentar Trump soal umat Muslim

Malala Yosafzai kritik komentar Trump soal umat Muslim
KoPi| Paranoia kandidat calon presiden Amerika dari Partai Republik, Donald Trump, terhadap umat Muslim menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya berasal dari pemenang hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai.
 

"Semakin kita berkata buruk terhadap Islam dan umat Muslim, semakin banyak teroris yang kita ciptakan," ujar peraih hadiah Nobel termuda tersebut ketika diwawancarai televisi Channel 4. Saat itu ia diminta tanggapannya terhadap berbagai klaim liar tentang Islam dan umat Muslim dari para politisi.

"Sangat penting bahwa apapun yang para politisi katakan, mereka harus sangat berhati-hati. Jika tujuan Anda adalah untuk menghentikan terorisme, jangan coba-coba menyalahkan seluruh populasi umat Muslim karena hal itu tidak dapat menghentikan terorisme. Hal itu justru membuat para teroris semakin radikal," lanjut Malala.

Dalam wawancara terpisah dengan kantor berita AFP, Malala juga menyebutkan komentar Trump terhadap umat Muslim penuh dengan kebencian dan ideologi diskriminatif. Ia berpendapat pendidikan sebagai kunci untuk memerangi terorisme, bukan diskriminasi.

"Jika kita ingin menghentikan terorisme kita harus menciptakan pendidikan berkualitas sehingga kita bisa mengalahkan mindset kebencian yang dianut para teroris," kata Malala.

Salah satu rencana Donald Trump jika ia menjadi Presiden Amerika adalah ia akan melarang Muslim masuk ke Amerika. Selain itu, ia juga akan menandai umat Muslim yang sudah ada di Amerika dan memasukkan mereka semua ke dalam daftar pengawasan ketat. |Huffington Post

 

back to top