Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Malala Yosafzai kritik komentar Trump soal umat Muslim

Malala Yosafzai kritik komentar Trump soal umat Muslim
KoPi| Paranoia kandidat calon presiden Amerika dari Partai Republik, Donald Trump, terhadap umat Muslim menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya berasal dari pemenang hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai.
 

"Semakin kita berkata buruk terhadap Islam dan umat Muslim, semakin banyak teroris yang kita ciptakan," ujar peraih hadiah Nobel termuda tersebut ketika diwawancarai televisi Channel 4. Saat itu ia diminta tanggapannya terhadap berbagai klaim liar tentang Islam dan umat Muslim dari para politisi.

"Sangat penting bahwa apapun yang para politisi katakan, mereka harus sangat berhati-hati. Jika tujuan Anda adalah untuk menghentikan terorisme, jangan coba-coba menyalahkan seluruh populasi umat Muslim karena hal itu tidak dapat menghentikan terorisme. Hal itu justru membuat para teroris semakin radikal," lanjut Malala.

Dalam wawancara terpisah dengan kantor berita AFP, Malala juga menyebutkan komentar Trump terhadap umat Muslim penuh dengan kebencian dan ideologi diskriminatif. Ia berpendapat pendidikan sebagai kunci untuk memerangi terorisme, bukan diskriminasi.

"Jika kita ingin menghentikan terorisme kita harus menciptakan pendidikan berkualitas sehingga kita bisa mengalahkan mindset kebencian yang dianut para teroris," kata Malala.

Salah satu rencana Donald Trump jika ia menjadi Presiden Amerika adalah ia akan melarang Muslim masuk ke Amerika. Selain itu, ia juga akan menandai umat Muslim yang sudah ada di Amerika dan memasukkan mereka semua ke dalam daftar pengawasan ketat. |Huffington Post

 

back to top