Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Majalah Charlie Hebdo kembali mendapat ancaman setelah terbitkan kartun menghina Muslim

Majalah Charlie Hebdo kembali mendapat ancaman setelah terbitkan kartun menghina Muslim

Majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, melapor ke polisi karena menerima ancaman mengerikan setelah menerbitkan kartun Muslim bertelanjang. Kantor majalah ini sebelumnya jadi sasaran pembantaian setelah menerbitkan kartun untuk menggambarkan Nabi Muhammad.

Dalam edisi terbaru yang terbit Rabu lalu, sampul depan Charlie Hebdo menunjukkan karikatur untuk menggambarkan pria dan wanita Muslim telanjang di pantai. Karikatur wanita digambarkan mengenakan jilbab sebahu, sedangkan karikatur pria digambarkan berjanggut panjang. “Musulmans de-koin-cez-vous,” demikian judul utama majalah dengan kartun Muslim.

Setelah karikatur tidak pantas itu terbit, staf majalah menerima pesan ancaman mengerikan secara tertulis. ”Kalian akan mati,” bunyi ancaman itu seperti dikutip dari Le Parisien, Sabtu (13/8/2016).

Co-shareholder perusahaan majalah Charlie Hebdo, Eric Portheault, mengatakan bahwa ancaman mengerikan tersebut sudah dilaporkan ke polisi. Dia mengakui bahwa staf majalah telah menerima ancaman pembunuhan sejak awal musim panas, dan tidak pernah berhenti.

Sebuah penyelidikan telah dibuka terkait ancaman kematian dalam pesan tertulis tersebut.

Majalah satir ini terus memicu bahaya dengan menerbitkan sejumlah gambar provokatif terkait dengan isu-isu dunia, mulai dari krisis migran di Eropa hingga kecelakaan pesawat Rusia.

Majalah Charlie Hebdo tetap terbit dengan perlindungan polisi sejak kantor mereka jadi medan pembantaian kelompok bersenjata pada Januari 2015. Sebanyak 12 orang tewas, termasuk pemimpin redaksi majalah. |acehcyber|JurnalMuslim|

back to top