Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Main HP 6x lebih berbahaya dari mabuk saat mengemudi

Main HP 6x lebih berbahaya dari mabuk saat mengemudi

KoPi| Pengemudi lebih khawatir terhadap gangguan yang disebabkan oleh ponsel dari pada mereka yang di bawah pengaruh alkohol. Ber-SMS saat berkendara 6 kali lebih memungkinkan menyebabkan kecelakaan dibandingkan berkendara saat mabuk.

Penelitian yang dilakukan oleh GHSA (Governors Highway Safety Association), Amerika Serikat, menemukan bahwa ber-SMS pada saat mengemudi merupakan penyebab terbesar terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Hasil dari survei 2.000 orang, 93% mengatakan mengemudi dengan ber-SMS beresiko tinggi. Sementara 92% mengatakan bahwa mereka khawatir karena mereka membuka media sosial di ponsel mereka.

Sebaliknya, 90% merasa pengendara lain yang berada di bawah pengaruh alkohol adalah risiko terbesar untuk keselamatan mereka, meskipun hanya 23 persen percaya itu adalah masalah yang berkembang.

Sarah Sillars, dari Institute of Advanced Pengemudi, mengatakan: "Kami ingin melihat apa yang menjadi pandangan terhadap masyarakat sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka, dan menggunakan informasi tersebut untuk mempengaruhi perilaku."

Bahaya penggunaan ponsel saat berkendara bukan pada cara kita menggunakannya melainkan lebih pada topik pembicaraan atau apa yang sedang kita bicarakan pada saat itu. Dengan menggunakan HP otak pengemudi dipaksa berpikir hal penting lainnya. Saat aktifitas mengemudi, konsentrasi menjadi terpecah sehingga pengemudi tidak fokus antara jalan dan HP. |www.dailymail.co.uk|Siti Sarah|Winda EFS|

back to top