Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Lolos dari Boko Haram, 3 Gadis diwawancarai Al Jazeera

Lolos dari Boko Haram, 3 Gadis diwawancarai Al Jazeera

KoPi| Aljazeera mewawancarai tiga murid yang berhasil meloloskan diri setelah lebih dari 200 gadis diculik di Nigeria setahun lalu. Yola, Nigeria – pelajar yang diculik oleh kelompok Boko Haram di Nigeria utara. Mereka telah menjadi sorotan dunia, setelah muncul kampanye #BringBackOurGirls (#KembalikanAnakGadisKami). Pada malam penculikan, 3 gadis melompat dari truk yang membawa mereka.

Al Jazeera bertemu dengan ketiga gadis yang telah mengalami pengalaman menegangkan ini. Mereka tidak ingin digambarkan sebagai korban. Mereka bersikeras untuk berbicara tentang apa yang telah mereka lakukan sejak mereka melarikan diri –fokus kepada pendidikan mereka.
Mereka sekarang belajar di American University of Nigeria di Yola.

Mereka tidak ingin wajah dan nama mereka diumbarkan untuk menjaga nama keluarga dan gadis gadis lain yang masih bersekolah di Chibok.
Berikut wawancara Al Jazeera dengan 3 gadis :

Al Jazeera :Apakah kamu ingin kembali ke Chibok?

Blessing : Ya. Saya ingin mengubah keadaan Chibook, seperti lingkungannya. Saya ingin menjadi seorang pengacara. Saya ingin berjuang demi keadilan. Tunggu, saya ingin mengatakan sesuatuuntuk teman teman sekolah saya yang sampai sekarang masih diculik oleh Boko Haram!
   
Blessing : saya akan berdoa untuk mereka bahwa suatu hari nanti pasti ada harapan, suatu hari nanti Tuhan akan membebaskan mereka dari tangan Boko Haram.

Mary : Tanyakan kepadaku sebagaimana yang kau tanyakan pada Blessing…tentang bila saya ingin kembali ke Chibok, karena saya juga ingin sekali.

Al Jazeera : mengapa kamu ingin pulang?

Mary : karena mata pelajaran favorit saya adalah fisika dan biologi. Alasannya yaitu saya ingin menjadi dokter. Membangun klinik dan rumah sakit karena kami tidak punya dokter disana. Saya akan berusaha keras. Sedangkan sekolah baru ini begitu bagus. Kami tidak punya buku-buku di Chibok, seperti halnya di sini. Kami tidak menggunakan laptop di Chibok. Kami tidak melakukan olahraga seperti halnya di sini.

Deborah : saya ingin mengatakan sesuatu penting sebelum saya menjawab pertanyaan Anda. Ini untuk gadis gadis yang hilang.

Al Jazeera : Silahkan

Deborah : pesannya yakni beranilah. Jadilah pekerja keras dan selalu percaya pada Tuhan, apapun yang kalian lalui, Tuhan selalu ada untuk kalian, Dia akan membantu kalian. Punyailah ambisi bahwa kalian orang hebat dan tercipta menjadi orang hebat.


Al Jazeera : seseorang berusaha mengambil hak pendidikan kalian. Bagaimana perasaan kalian?

Deborah : seperti kata pepatah bahwa jika kamu mendidik satu wanita berarti engkau telah mendidik satu generasi. Ini sangat penting. Mereka tidak bisa menghentikank saya.

Al Jazeera : seperti aparasanya bersekolah di Chibok?


Deborah : Tidak bagus. Itulah mengapa kami ingin pulang ketika lulus nanti. Pendidikan disini sangat buruk. Jadi saya ingin membantu dengan membanguns ekolah. Saya ingin mendayagunakan wanitadengan membuat pusat yang akan mendidik mereka.

Al Jazeera : jadi kamu ingin menjadi guru?

Deborah : mata pelajaran kami yakni bahasa Inggris dan biologi. Saya ingin menjadi dokter. Saya ingin menyelamatkan orang dan membatu mereka yang sakit dan tidak mampu untuk membayar.

Al Jazeera : apakah kamu pikir kamu dapat menyelesaikan sekolah dengan tenang?

Deborah : saya suka tempat ini karena kualitas pendidikannya bagus. Kami disponsori untuk belajar disini. Semuanya telah dibayar. Ini benar-benar menyenangkan, lingkungan yang indah. Terdapat pendingin ruangan, toilet, dan saya sekarng ;punya kamar tidur sendiri. Saya senang berada disini. |aljazeera.com|Roihatul Firdaus|

back to top