Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Liga arab bisu soal serangan Amerika ke Suriah.

ArabSaudi-KoPi| Meski terlihat besar dan kuat, namun ternyata para pemimpin liga arab seolah seperti tak peduli pada nasib Suriah pasca serangan dari Amerika. Beberapa negera timur pun tampak mendukung aksi Amerika yang menyerang Suriah dengan senjata udara.

Hal ini ditunjukkan usai digelarnya pertemuan Konfrensi Tingkat Tingkat Tinggi(KTT) liga Arab, dimana para pemimpin negara timur gagal atau tidak membahas terkait serangan Amerika sehari sebelum gelaran konfrensi. KTT sendiri di gelar pada Minggu (15/4) di Arab Saudi.

Padahal pada hari Sabtu, setidaknya tiga negara adidaya, Amerika serikat, Inggris dan Perancis melakukan serangan udara terkordinasi ke tiga titik di Suriah. Sementara dalihnya, Negara barat menyerang Suriah disebabkan adanya dugaan penggunaan senjata kimia di Negara timur tersebut.

Menurut seorang juru bicara KTT, para pemimpin liga memang berencana membahas konflik Suriah tetapi bukan serangan  pada Sabtu lalu yang menargetkan titik-titik di dekat Damaskus serta di provinsi Homs.

Alih-alih, para pemimpin-pemimpin negara Arab seolah mendukung aksi dan dugaan Amerika. Mereka justru menyerukan penyelidikan internasional dan juga mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir kepada wartawan usai KTT, di kutip di Al-Jazeera. 

Arab Saudi, Bahrain dan Qatar sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan untuk mendukung tindakan aksi Amerika. Sementara Mesir, Irak dan Libanon justru menyatakan keprihatinan.

Presiden Suriah Bashar al-Assad pun membantah menggunakan atau memiliki senjata kimia di negaranya. Ia tidak hadir pada pertemuan itu setelah negaranya ditangguhkan dari liga pada tahun 2011.

Sementara itu, Analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara mengatakan "aneh" bahwa serangan terbaru di Suriah tidak ada dalam agenda pembahasan. Ia pun menimpali bahwa pertemuan liga tersebut tak lebih dari pertemuan hampa.

"Itu sangatlah aneh, itulah yang disebut sebagai pertemuan tanpa dasar," pungkasnya.

(Sumber Al-Jazeera)

 

 

back to top