Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Lepas Turban Demi Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Lepas Turban Demi Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Selandia Baru-KoPi, Seorang laki-laki umat Sikh mendapat apresiasi yang sangat tinggi atas tindakannya melepas turban--hal yang dilarang dalam kepercayaan yang dianutnya--dan meletakkan turban sebagai alas kepala anak laki-laki keci yang terluka.

Adalah Harman Singh, laki-laki berusia 22 tahun, saat itu ia mendengar lengkingan suara roda mobil dan ribut-ribut diluar rumahnya di Takanini, Auckland, Selandia Baru. Ia lantas bergegas keluar untuk menyelidiki apa yang terjadi.

"Aku melihat seorang anak kecil tergeletak di tanah dan seorang perempuan tengah memegangi bocah tersebut. Kepalanya berdarah, jadi, aku melepas turbanku dan kugunakan ini untuk mengalasi kepala anak yang terluka itu," ujar Singh.

"Aku sempat berpikir mengenai turbanku. Aku mempertimbangkan kecelakaan tersebut dan saat itu aku berpikir, 'anak ini membutuhkan sesuatu untuk ditaruh di kepala karena kepalanya berdarah'. Kini, tugasku adalah menolong anak itu.

Singh percaya bahwa orang lain pun akan berpikiran dan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisinya kala itu. Akhirnya, Singh dan beberapa orang bertahan di tempat kejadian hingga unit pelayanan gawat darurat datang untuk memberikan pertolongan lebih lanjut.

Salah satu kawan Singh yang juga seorang Sikh menyatakan bahwa ia heran tatkala melihat Singh tidak menggunakan turban di tempat umum. Namun, ia segera memahami situasi yang terjadi sesungguhnya saat ia melihat salah satu tangan Singh sedang menopang kepala seorang anak kecil dan turban tersebut digunakan untuk menghentikan pendarahan di kepalanya.

Ana Puspita
News.com.au

back to top