Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Lepas Turban Demi Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Lepas Turban Demi Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Selandia Baru-KoPi, Seorang laki-laki umat Sikh mendapat apresiasi yang sangat tinggi atas tindakannya melepas turban--hal yang dilarang dalam kepercayaan yang dianutnya--dan meletakkan turban sebagai alas kepala anak laki-laki keci yang terluka.

Adalah Harman Singh, laki-laki berusia 22 tahun, saat itu ia mendengar lengkingan suara roda mobil dan ribut-ribut diluar rumahnya di Takanini, Auckland, Selandia Baru. Ia lantas bergegas keluar untuk menyelidiki apa yang terjadi.

"Aku melihat seorang anak kecil tergeletak di tanah dan seorang perempuan tengah memegangi bocah tersebut. Kepalanya berdarah, jadi, aku melepas turbanku dan kugunakan ini untuk mengalasi kepala anak yang terluka itu," ujar Singh.

"Aku sempat berpikir mengenai turbanku. Aku mempertimbangkan kecelakaan tersebut dan saat itu aku berpikir, 'anak ini membutuhkan sesuatu untuk ditaruh di kepala karena kepalanya berdarah'. Kini, tugasku adalah menolong anak itu.

Singh percaya bahwa orang lain pun akan berpikiran dan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisinya kala itu. Akhirnya, Singh dan beberapa orang bertahan di tempat kejadian hingga unit pelayanan gawat darurat datang untuk memberikan pertolongan lebih lanjut.

Salah satu kawan Singh yang juga seorang Sikh menyatakan bahwa ia heran tatkala melihat Singh tidak menggunakan turban di tempat umum. Namun, ia segera memahami situasi yang terjadi sesungguhnya saat ia melihat salah satu tangan Singh sedang menopang kepala seorang anak kecil dan turban tersebut digunakan untuk menghentikan pendarahan di kepalanya.

Ana Puspita
News.com.au

back to top