Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Lepas Turban Demi Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Lepas Turban Demi Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Selandia Baru-KoPi, Seorang laki-laki umat Sikh mendapat apresiasi yang sangat tinggi atas tindakannya melepas turban--hal yang dilarang dalam kepercayaan yang dianutnya--dan meletakkan turban sebagai alas kepala anak laki-laki keci yang terluka.

Adalah Harman Singh, laki-laki berusia 22 tahun, saat itu ia mendengar lengkingan suara roda mobil dan ribut-ribut diluar rumahnya di Takanini, Auckland, Selandia Baru. Ia lantas bergegas keluar untuk menyelidiki apa yang terjadi.

"Aku melihat seorang anak kecil tergeletak di tanah dan seorang perempuan tengah memegangi bocah tersebut. Kepalanya berdarah, jadi, aku melepas turbanku dan kugunakan ini untuk mengalasi kepala anak yang terluka itu," ujar Singh.

"Aku sempat berpikir mengenai turbanku. Aku mempertimbangkan kecelakaan tersebut dan saat itu aku berpikir, 'anak ini membutuhkan sesuatu untuk ditaruh di kepala karena kepalanya berdarah'. Kini, tugasku adalah menolong anak itu.

Singh percaya bahwa orang lain pun akan berpikiran dan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisinya kala itu. Akhirnya, Singh dan beberapa orang bertahan di tempat kejadian hingga unit pelayanan gawat darurat datang untuk memberikan pertolongan lebih lanjut.

Salah satu kawan Singh yang juga seorang Sikh menyatakan bahwa ia heran tatkala melihat Singh tidak menggunakan turban di tempat umum. Namun, ia segera memahami situasi yang terjadi sesungguhnya saat ia melihat salah satu tangan Singh sedang menopang kepala seorang anak kecil dan turban tersebut digunakan untuk menghentikan pendarahan di kepalanya.

Ana Puspita
News.com.au

back to top