Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Lepas Turban Demi Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Lepas Turban Demi Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Selandia Baru-KoPi, Seorang laki-laki umat Sikh mendapat apresiasi yang sangat tinggi atas tindakannya melepas turban--hal yang dilarang dalam kepercayaan yang dianutnya--dan meletakkan turban sebagai alas kepala anak laki-laki keci yang terluka.

Adalah Harman Singh, laki-laki berusia 22 tahun, saat itu ia mendengar lengkingan suara roda mobil dan ribut-ribut diluar rumahnya di Takanini, Auckland, Selandia Baru. Ia lantas bergegas keluar untuk menyelidiki apa yang terjadi.

"Aku melihat seorang anak kecil tergeletak di tanah dan seorang perempuan tengah memegangi bocah tersebut. Kepalanya berdarah, jadi, aku melepas turbanku dan kugunakan ini untuk mengalasi kepala anak yang terluka itu," ujar Singh.

"Aku sempat berpikir mengenai turbanku. Aku mempertimbangkan kecelakaan tersebut dan saat itu aku berpikir, 'anak ini membutuhkan sesuatu untuk ditaruh di kepala karena kepalanya berdarah'. Kini, tugasku adalah menolong anak itu.

Singh percaya bahwa orang lain pun akan berpikiran dan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisinya kala itu. Akhirnya, Singh dan beberapa orang bertahan di tempat kejadian hingga unit pelayanan gawat darurat datang untuk memberikan pertolongan lebih lanjut.

Salah satu kawan Singh yang juga seorang Sikh menyatakan bahwa ia heran tatkala melihat Singh tidak menggunakan turban di tempat umum. Namun, ia segera memahami situasi yang terjadi sesungguhnya saat ia melihat salah satu tangan Singh sedang menopang kepala seorang anak kecil dan turban tersebut digunakan untuk menghentikan pendarahan di kepalanya.

Ana Puspita
News.com.au

back to top