Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Legalisasi pernikahan sesama jenis di AS menuai kontroversi

Legalisasi pernikahan sesama jenis di AS menuai kontroversi
Surabaya - KoPi | Semarak kebanggan yang digaungkan para kaum Gay pada jumat (26/6) dikarenakan keputusan Mahkamah Agung AS yang melegalkan pernikahan sesama jenis di seluruh bagian negara Amerika. Namun, semarak kebanggan tersebut hanya dimiliki oleh beberapa pihak. Jutaan warga lainnya terkejut dan bahkan marah atas putusan tersebut.

Tony Perkins, Presiden Dewan Riset Keluarga menangapi keputusan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang oleh Mahkamah Agung. “Pernikahan berakar tidak hanya dalam sejarah manusia, tetapi juga dalam realitas biologis dan sosial, bahwa anak-anak kita dilahirkan, dan akan menjadi yang terbaik jika dibesarkan oleh seorang ibu dan ayah” ujarnya seperti yang dilansir dari voanews.com.

Tidak hanya Perkins, mantan Senator Pennsylvania, Rick Santorum sempat mencela rekan sesama Republik yang tidak menentang pernikahan sesama jenis. “Kita digretak dalam diam. Kita kalah karena tidak mencoba untuk menang” ujar Santorum.

Bahkan ketua DPR AS, John Boehner mengeluarkan pernyataan kekecewaannya “Kecewa Mahkamah Agung AS telah mengabaikan kehendak mereka yang terpilih secara demokratis dari jutaan orang Amerika dengan memaksa negara-negara bagian untuk mendefinisikan kembali institusi perkawinan” Ujar Boehner.

Kritikan terhadap legalisasi gay juga dilontarkan oleh beberapa gereja yang menentang adanya pernikahan gay. Chad Pecknold, Profesor Universitas Katolik Amerika mengatakan bahwa keputusan MA AS sangat sulit bagi Gereja Katolik. “MA memutuskan berdasarkan hukum Barat mengenai pandangan soal perkawinan – yang oleh Gereja Katolik tidak dipandang sebagai sesuatu yang sah. Ini merupakan tantangan bagi lembaga-lembaga gereja. Dan inilah mengapa gereja akan menjadi sangat hati-hati (mengenai isu ini).” tutur Pecknold.

Mantan Gubernur Arkansas, Mike Huckabee turut memberi prnyataan. “Dalam hidup kita ada saatnya di mana kita harus memutuskan apa kita taat kepada Tuhan atau taat kepada putusan yang kita yakini melangar hukum,” ujarnya. | voanews.com | CNN.com | Labibah

back to top