Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Landmark pakta perdagangan bebas TPP tinggal disahkan

Landmark pakta perdagangan bebas TPP tinggal disahkan

Washington-KoPi|Setelah menunggu waktu lama, akhirnya lanndmark kesepakatan Trans pasific Partnership (TPP) dirilis pada Kamis (5/11). Landmark ini memuat detil tujuan TPP membebaskan bea masuk 40 persen perdagangan. Namun masih terjadi tarik-menarik dalam pembahasan.

Jika disahkan, Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) akan menjadi prestasi untuk Presiden AS Barack Obama dan poros pemerintahannya ke Asia. TPP akan menjadi senjata ampuh AS menghadapi pengaruh ekonomi dan politik Cina.

Sementara Cina juga telah memiliki ancang-ancang dengan Kemitraan Regional Comprehensive Economic (RCEP). RCEP berupa pakta perdagangan bebas internasional yang terdiri dari 16 negara termasuk India. Dalam TPP akan dirumuskan juga isu-isu mulai dari hak-hak pekerja untuk perlindungan kekayaan intelektual di 12 negara Pasifik. 

Hal ini ditentang oleh serikat buruh dan banyak rekan Demokrat Obama, termasuk calon presiden Hillary Clinton, yang mendukung pakta perdagangan berkembang ketika dia masih menjabat sekretaris negara pada masa jabatan pertama Obama.

Sementara dalam kancah Asia, negara Malaysia dan Vietnam aan diuntungkan dengan TPP. Fasilitas tarif bebas masuk yang rendah merupakan umpan bagus memikat para investor. Selain itu kedua negara berharap TPP menjadi jalan meningkatkan ekspor utama minyak sawit dan karet untuk elektronik, makanan laut dan tekstil. 

|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top