Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Lagi-lagi, Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati

Lagi-lagi, Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati

Kairo-KoPi, Pengadilan Mesir pada hari Senin (28/4) menjatuhkan hukuman mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin karena menyerang dan membunuh polisi tahun lalu, televisi pemerintah melaporkan.

Para terdakwa, termasuk pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie, tertuduh menghasut kekerasan dan membunuh polisi dengan sengaja di kota Al-Adwa di Minya.

 

Dokumen-dokumen dari para terdakwa akan diserahkan ke Dewan Mufti, otoritas keagamaan tertinggi, untuk dimintai pendapat secara Islami terhadap hukuman  mati tersebut, yang tidak mengikat secara hukum dan dapat diabaikan oleh pengadilan tersebut.

 

Bulan lalu, pengadilan yang sama menjatuhkan hukuman mati kepada 529 orang anggota dan pendukung Ikhwanul Muslimin kemudian dokumen mereka diserahkan ke Mufti dan mengkonfirmasi hanya 37 orang yang tereksekusi.

 

Pengadilan tersebut kemudian menjatuhkan hukuman mati kepada 37 orang tersebut dan menghukum terdakwa yang tersisa di penjara.

 

Kekerasan meradang setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi oleh militer sejak Juli lalu.

 

Agustus lalu, pasukan keamanan menggunakan kekerasan yang berlebihan untuk membubarkan dua kelompok pro-Morsi  yang berkumpul di ibukota Kairo dan Giza, dan mengakibatkan sekitar 1.000 tewas dan ribuan ditangkap.

 

Sebagai protes, para pendukung dari presiden terguling marah dan melakukan unjuk rasa anti-polisi di seluruh negara yang diperluas untuk menyerbu kantor polisi di beberapa provinsi termasuk Minya.

 

Pada akhir Desember, Ikhwanul Muslimin di blacklist oleh pemerintah interim dan dianggap sebagai "organisasi teroris."

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top