Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Lagi-lagi, Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati

Lagi-lagi, Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati

Kairo-KoPi, Pengadilan Mesir pada hari Senin (28/4) menjatuhkan hukuman mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin karena menyerang dan membunuh polisi tahun lalu, televisi pemerintah melaporkan.

Para terdakwa, termasuk pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie, tertuduh menghasut kekerasan dan membunuh polisi dengan sengaja di kota Al-Adwa di Minya.

 

Dokumen-dokumen dari para terdakwa akan diserahkan ke Dewan Mufti, otoritas keagamaan tertinggi, untuk dimintai pendapat secara Islami terhadap hukuman  mati tersebut, yang tidak mengikat secara hukum dan dapat diabaikan oleh pengadilan tersebut.

 

Bulan lalu, pengadilan yang sama menjatuhkan hukuman mati kepada 529 orang anggota dan pendukung Ikhwanul Muslimin kemudian dokumen mereka diserahkan ke Mufti dan mengkonfirmasi hanya 37 orang yang tereksekusi.

 

Pengadilan tersebut kemudian menjatuhkan hukuman mati kepada 37 orang tersebut dan menghukum terdakwa yang tersisa di penjara.

 

Kekerasan meradang setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi oleh militer sejak Juli lalu.

 

Agustus lalu, pasukan keamanan menggunakan kekerasan yang berlebihan untuk membubarkan dua kelompok pro-Morsi  yang berkumpul di ibukota Kairo dan Giza, dan mengakibatkan sekitar 1.000 tewas dan ribuan ditangkap.

 

Sebagai protes, para pendukung dari presiden terguling marah dan melakukan unjuk rasa anti-polisi di seluruh negara yang diperluas untuk menyerbu kantor polisi di beberapa provinsi termasuk Minya.

 

Pada akhir Desember, Ikhwanul Muslimin di blacklist oleh pemerintah interim dan dianggap sebagai "organisasi teroris."

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top