Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kunjungi museum, pemuda ini lakukan pelecehan seksual

Kunjungi museum, pemuda ini lakukan pelecehan seksual

China-KoPi| Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan postingan foto pemuda pengunjung museum di provinsi Shaanxi, China.

Sejumlah empat turis mengunjungi salah satu museum sejarah di China. Bisa dikatakan mereka turis yang menjengkelkan karena berpose senonoh dengan patung.

Salah satunya pose seorang pemuda beradegan panas, kasar dan terlihat agresif. Dia melakukan adegan seksual kecil dengan sebuah patung lilin perempuan di memorial revolusioner Malan.

Dalam salah satu foto pemuda tersebut mencium pada patung lilin, dan pada pose yang lain meraba-raba payudaranya.
Akibat perbuatannya itu dia dianggap telah menodai ikon budaya yang termasuk perbuatan dosa.
|shanghaiist.com | Winda Efanur FS|

back to top