Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kunjungi museum, pemuda ini lakukan pelecehan seksual

Kunjungi museum, pemuda ini lakukan pelecehan seksual

China-KoPi| Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan postingan foto pemuda pengunjung museum di provinsi Shaanxi, China.

Sejumlah empat turis mengunjungi salah satu museum sejarah di China. Bisa dikatakan mereka turis yang menjengkelkan karena berpose senonoh dengan patung.

Salah satunya pose seorang pemuda beradegan panas, kasar dan terlihat agresif. Dia melakukan adegan seksual kecil dengan sebuah patung lilin perempuan di memorial revolusioner Malan.

Dalam salah satu foto pemuda tersebut mencium pada patung lilin, dan pada pose yang lain meraba-raba payudaranya.
Akibat perbuatannya itu dia dianggap telah menodai ikon budaya yang termasuk perbuatan dosa.
|shanghaiist.com | Winda Efanur FS|

back to top