Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kunjungi museum, pemuda ini lakukan pelecehan seksual

Kunjungi museum, pemuda ini lakukan pelecehan seksual

China-KoPi| Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan postingan foto pemuda pengunjung museum di provinsi Shaanxi, China.

Sejumlah empat turis mengunjungi salah satu museum sejarah di China. Bisa dikatakan mereka turis yang menjengkelkan karena berpose senonoh dengan patung.

Salah satunya pose seorang pemuda beradegan panas, kasar dan terlihat agresif. Dia melakukan adegan seksual kecil dengan sebuah patung lilin perempuan di memorial revolusioner Malan.

Dalam salah satu foto pemuda tersebut mencium pada patung lilin, dan pada pose yang lain meraba-raba payudaranya.
Akibat perbuatannya itu dia dianggap telah menodai ikon budaya yang termasuk perbuatan dosa.
|shanghaiist.com | Winda Efanur FS|

back to top