Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kuliah pakai jilbab di Prancis, sang dosen suruh ia keluar

Kuliah pakai jilbab di Prancis, sang dosen suruh ia keluar

Prancis-KoPi, Sebuah kontroversi menganai wanita berjilbab di Prancis terulang kembali, setelah seorang wanita berjilbab diminta untuk melepasnya ketika kuliah di kampus ternama La Sorbonne University.

“Apakah kamu sedang berencana untuk menjaga ‘sesuatumu’ di kelasku?” tanya dosen geografi tersebut kepada mahasiswi tersebut, harian Pranci Le Monde mengatakan. Dosen dan Mahasiswi tersebut tidak dimunculkan di publik.

“Saya di sini untuk membantu kamu berintegrasi dengan kehidupan yang professional, dan kerudungmu itu akan meyebabkan masalah bagi kamu,” tambah sang dosen.

Ketika mahasiswi tersebut menolak melepasnya, sang meminta dia untuk keluar dan masuk di kelas lain saja.

Pada tahun 2004 ada undang-undang yang melarang memakai pakaian yang menunjukkan symbol agama di sekolah-sekolah di prancis, tapi tidak untuk perguruan tinggi.

Pada tahun 2010 ada undang-undang yang melarang penggunaan burqa/niqab/cadar yang menutupi seluruh wajah. Namun tidak melarang memakai jilbab.

Prancis beralasan pelarangan tersebut, yang disetujui oleh Dewan Hukum, dibutuhkan untuk melindungi budaya sekuler Prancis batasan yang kuat antara agama dan negara.

Baru-baru ini dikabarkan pemerintah Prancis bertanggung jawab untuk mengontrol nilai-nilai sekulernya dan merekomendasikan pelarangan memakai jilbab bagi muslimah di beberapa universitas untuk menghindari tegangan.

Prancis adalah salah satu negara Eropa Barat yang populasi muslimnya terbesar di Eropa Barat. Diperkirakan ada 5 juta muslim di sana, dan antara 400 dan 2,000 wanita memakai kerudung.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top