Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kuliah pakai jilbab di Prancis, sang dosen suruh ia keluar

Kuliah pakai jilbab di Prancis, sang dosen suruh ia keluar

Prancis-KoPi, Sebuah kontroversi menganai wanita berjilbab di Prancis terulang kembali, setelah seorang wanita berjilbab diminta untuk melepasnya ketika kuliah di kampus ternama La Sorbonne University.

“Apakah kamu sedang berencana untuk menjaga ‘sesuatumu’ di kelasku?” tanya dosen geografi tersebut kepada mahasiswi tersebut, harian Pranci Le Monde mengatakan. Dosen dan Mahasiswi tersebut tidak dimunculkan di publik.

“Saya di sini untuk membantu kamu berintegrasi dengan kehidupan yang professional, dan kerudungmu itu akan meyebabkan masalah bagi kamu,” tambah sang dosen.

Ketika mahasiswi tersebut menolak melepasnya, sang meminta dia untuk keluar dan masuk di kelas lain saja.

Pada tahun 2004 ada undang-undang yang melarang memakai pakaian yang menunjukkan symbol agama di sekolah-sekolah di prancis, tapi tidak untuk perguruan tinggi.

Pada tahun 2010 ada undang-undang yang melarang penggunaan burqa/niqab/cadar yang menutupi seluruh wajah. Namun tidak melarang memakai jilbab.

Prancis beralasan pelarangan tersebut, yang disetujui oleh Dewan Hukum, dibutuhkan untuk melindungi budaya sekuler Prancis batasan yang kuat antara agama dan negara.

Baru-baru ini dikabarkan pemerintah Prancis bertanggung jawab untuk mengontrol nilai-nilai sekulernya dan merekomendasikan pelarangan memakai jilbab bagi muslimah di beberapa universitas untuk menghindari tegangan.

Prancis adalah salah satu negara Eropa Barat yang populasi muslimnya terbesar di Eropa Barat. Diperkirakan ada 5 juta muslim di sana, dan antara 400 dan 2,000 wanita memakai kerudung.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top