Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kuliah pakai jilbab di Prancis, sang dosen suruh ia keluar

Kuliah pakai jilbab di Prancis, sang dosen suruh ia keluar

Prancis-KoPi, Sebuah kontroversi menganai wanita berjilbab di Prancis terulang kembali, setelah seorang wanita berjilbab diminta untuk melepasnya ketika kuliah di kampus ternama La Sorbonne University.

“Apakah kamu sedang berencana untuk menjaga ‘sesuatumu’ di kelasku?” tanya dosen geografi tersebut kepada mahasiswi tersebut, harian Pranci Le Monde mengatakan. Dosen dan Mahasiswi tersebut tidak dimunculkan di publik.

“Saya di sini untuk membantu kamu berintegrasi dengan kehidupan yang professional, dan kerudungmu itu akan meyebabkan masalah bagi kamu,” tambah sang dosen.

Ketika mahasiswi tersebut menolak melepasnya, sang meminta dia untuk keluar dan masuk di kelas lain saja.

Pada tahun 2004 ada undang-undang yang melarang memakai pakaian yang menunjukkan symbol agama di sekolah-sekolah di prancis, tapi tidak untuk perguruan tinggi.

Pada tahun 2010 ada undang-undang yang melarang penggunaan burqa/niqab/cadar yang menutupi seluruh wajah. Namun tidak melarang memakai jilbab.

Prancis beralasan pelarangan tersebut, yang disetujui oleh Dewan Hukum, dibutuhkan untuk melindungi budaya sekuler Prancis batasan yang kuat antara agama dan negara.

Baru-baru ini dikabarkan pemerintah Prancis bertanggung jawab untuk mengontrol nilai-nilai sekulernya dan merekomendasikan pelarangan memakai jilbab bagi muslimah di beberapa universitas untuk menghindari tegangan.

Prancis adalah salah satu negara Eropa Barat yang populasi muslimnya terbesar di Eropa Barat. Diperkirakan ada 5 juta muslim di sana, dan antara 400 dan 2,000 wanita memakai kerudung.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top