Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Kucing lucu yang jadi Kepala Stasiun meninggal, ribuan orang melayat

Kucing lucu yang jadi Kepala Stasiun meninggal, ribuan orang melayat
KoPi | Ribuan orang menghadiri pemakaman kepala stasiun paling populer seantero Jepang: Tama si kucing. Kucing ini telah menjadi kepala stasiun di sebuah jalur kereta api di kawasan pedesaan di Jepang.
 

Tama dipuji sebagai kucing yang berhasil menyelamatkan stasiun Kishi, jalur kereta api Wakayama, yang hampir bangkrut. Ia memulai 'karir'nya sebagai kepala stasiun pada tahun 2007. Kala itu Tama merupakan kucing liar yang sering berkeliaran di sekitar stasiun Kishi.

Wakayama Electric Railway, perusahaan yang mengoperasikan kereta di Stasiun Kishi, sudah hampir bangkrut dan telah merumahkan semua stafnya. Presiden Wakayama Electric Railway, Kojima Mitsunobu, menunjuk Tama sebagai kepala stasiun sebagai alasan agar kucing tersebut bisa tetap berkeliaran di stasiun.

"Tapi dia benar-benar mengerjakan tugasnya," ujar Kojima.

Tama yang didandani pakaian kepala stasiun, lengkap dengan topi dan jubahnya, setiap hari duduk di pintu masuk tiket untuk 'menyapa' pengunjung. Dalam waktu singkat ia menarik perhatian turis dan pengunjung dari seantero Jepang serta seluruh dunia. Para turis memenuhi stasiun untuk melihat Tama bekerja.

Kojima mengatakan popularitas Tama berhasil menyelamatkan perusahaan kereta api tersebut dari kebangkrutan. Tama berhasil mengumpulkan dana kurang lebih 1,1 milyar Yen untuk ekonomi lokal.

"Tama-chan benar-benar penyelamat. Benar-benar sebuah kehormatan untuk bisa bekerja bersamanya," ungkap Kojima dalam pidato pemakaman.

Tama meninggal pada tanggal 22 Juni lalu di usia 16 tahun (setara usia 80 tahun untuk manusia). Pada hari Minggu, sekitar 3000 orang menghadiri pemakamannya yang diadakan Stasiun Kishi. Mereka membawa bunga dan ikan tuna kaleng untuk penghormatan pada sang kepala stasiun.

Tama dimakamkan dalam upacara Shinto dan diangkat menjadi dewi. Penganut Shinto menghormati banyak dewa dan dewi, termasuk roh hewan.

Selama hidupnya, Tama dipromosikan dari Kepala Stasiun menjadi 'Kepala Stasiun Ultra', lalu diangkat menjadi Wakil Presiden perusahaan kereta api Wakayama. Pada pemakamannya, ia dianugerahi gelar baru: Kepala Stasiun Kehormatan Abadi. Sebagai pengganti Tama, seekor kucing lain bernama Nitama (Tama II) telah ditunjuk sebagai Kepala Stasiun. | The Huffington Post

 

back to top