Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Pyongyang-KoPi | Korea utara (Korut) menyatakan pihaknya menangguhkan pembicaraan tingkat tinggi dengan Korea Selatan yang minta pada Rabu (16/5) ini. Korut pun menjelaskan hal ini karena gelaran tangga AS-Korea Selatan, yang mengatakan hubungan di semenanjung Korea.
Kantor Berita Resmi Pusat Korea Utara (KCNA) menyampaikan bahwa Korea Utara juga meragukan apakah KTT bulan depan antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Donald Trump akan berjalan sesuai rencana.  
 
"Latihan ini seolah menargetkan kami. Apa yang dilakukan di seluruh Korea Selatan, merupakan tantangan nyata terhadap Deklarasi Panmunjom dan provokasi militer yang disengaja bertentangan dengan perkembangan politik yang positif di Semenanjung Korea," ujar Yonhap mengutip pernyataan KCNA, ditulis Rabu (17/5). 
 
Lanjutnya, Amerika Serikat juga harus melakukan musyawarah secara hati-hati tentang nasib KTT Korut dan Amerika yang direncanakan kedepannya. Ini berhubungan dengan keributan militer provokatif Amerika yang dilakukan bersama dengan pemerintah Korea Selatan.
 
Meski demikian, Amerika sendiri lewat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya akan tetap bergerak maju dengan KTT yang direncanakan di Singapura pada 12 Juni besok meskipun ada peringatan dari Pyongyang.
 
"Kim Jong-un telah mengatakan sebelumnya bahwa dia memahami kebutuhan dan kegunaan Amerika Serikat dan Republik Korea untuk melanjutkan latihan bersama. Kami akan terus merencanakan pertemuan itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert kepada wartawan.
 
Dia mengatakan Washington tak menerima adanya pemberitahuan tentang perubahan posisi oleh Korea Utara.
 
Pertemuan Rabu ini rencananya adalah untuk fokus pada rencana untuk mengimplementasikan deklarasi yang muncul dari pertemuan antar-Korea 27 April lalu di desa perbatasan Panmunjom, termasuk janji untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea dan mengejar "denuklirisasi secara penuh"
 
KCNA menyebut latihan tempur udara Max Thunder AS-Korea Selatan, yang dikatakan melibatkan pesawat siluman AS dan pesawat pembawa bom B-52 merupakan sebuah "provokasi". KCNA mengatakan Pyongyang tidak punya pilihan selain menunda pembicaraan.
 
Pentagon mengatakan akan mengecilkan latihan militer yang sedang berlangsung dengan Korea Selatan dan mengatakan latihan ini bersi rutin dan defensif. Latihan tempur udara Max Thunder dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 14 hingga 25 Mei.
 
"Latihan-latihan defensif ini adalah bagian dari program pelatihan rutin tahunan rutin Korea dan Amerika untuk mempertahankan landasan kesiapan," tulis pada sebuah pernyataan oleh Pentagon.
 
Sumber: Al-Jazeera
back to top