Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kongo ingin lepas dari derita eksploitasi

www.gemeinsam-fuer-afrika.de www.gemeinsam-fuer-afrika.de
London-KoPi|Seorang warga Inggris keturunan Kongo, Bandi Mbudi, menggalang dukungan internasional untuk mendesak Parlemen Eropa melakukan langkah pencegahan terhadap konflik di Kongo. Tindakan itu diantaranya memutus rantai persoalan kekerasan dan perbudakan modern yang menjadi bagian dari konsekuensi ulah kapitalisme.
 
Menurut Bandi, saat ini Republik Demokratik Kongo tengah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat konflik mineral dan minyak yang berasal dari perusahaan-perusahaan eropa. Kepentingan industri besar yang mengekploitasi Kongo menciptakan rantai konflik dan penderitaan rakyat.
 
"Sekarang, kita memiliki kesempatan yang penting untuk mengatasi konflik perdagangan mineral  yang mematikan. Dan sering menjadi sumber eksploitasi, kekerasan dan perbudakan modern.
 
Komisi Eropa telah mengajukan proposal untuk mendorong perusahaan memeriksa rantai pasokan mereka dan memastikan bahwa mereka tidak membeli mineral dari daerah yang terkena dampak konflik dan berisiko tinggi yang menjadi sumber secara bencana serta tidak mendanai kekerasan atau penderitaan."
 
Bandi Mbudi juga mengakui bahwa proposal itu mungkin akan sulit bisa menggerakkan hati perusahaan-perusahaan eropa untuk bisa menghentikan bisnis mereka. Mereka mungkin tidak peduli. Untuk itu dibutuhkan dorongan masyarakat internasional kepada Parlemen Eropa untuk mengatasi masalah ini.
 
back to top