Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Konflik Timur Tengah, persedian makanan pokok dunia terancam

Konflik Timur Tengah, persedian makanan pokok dunia terancam

Inggris-KoPi, Jutaan makhluk bernyawa bisa terancam karena konflik Timur Tengah berdampak pada hasil pertanian, para peneliti memperingatkan.

Beberapa lahan-lahan  di daerah hutan yang subur untuk pertanian dan memproduksi makanan untuk dunia berasal dari daerah Bulan Sabit tersebut, yaitu daerah yang meliputi Irak, Syria, Israel dan Lebanon.

Kerugian hasil pertanian tersebut bisa mempunyai dampak yang signifikan terhadap kemampuan dunia untuk bisa memberi makan dirinya sendiri di masa selanjutnya, para ahli mengatakan.

Tapi, proporsi yang besar dari lahan subur di daerah hutan tersebut menjadi terancam karena juga  disebabkan oleh punahnya atau berkurangnya satwa-satwa di sana.

Dr Nigel Mated dari University of Birmingham mengatakan bahwa pada tahun 2050 populasi dunia diperkirakan tumbuh dari 7,26 milyar menjadi 9,6 milyar, dan bisa jadi lebih banyak orang akan lebih banyak orang yang kelaparan juga.

Para ahli dari universitas tersebut ikut bertisipasi dengan apa yang diprakarsai oleh PBB ‘Food and Agriculture Organisation untuk melakukan konservasi terhadap timbuh-tumbuhan di beberapa negara tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top