Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Klipper-Trenaunay Syndrome-menyerang anak usia dini

Klipper-Trenaunay Syndrome-menyerang anak usia dini

KoPi| Akshaj Khandelwal, dari Delhi menderita Klipper-Trenauny Syndrome. Ia harus berjuang untuk berjalan di atas penyakit lamgka yang ia derita. Kakinya berubah menjadi empat kali lebih besar dari ukuran kaki biasa dan dapat berdarah apabila berjalan lebih dari beberapa langkah.

Para ahli menyatakan bahwa penyakit ini menyerang 1:100.000 orang yang menyebabkan terganggunya proses berjalan. KTS adalah kondisi genetik langka yang mempengaruhi perkembangan pembuluh darah, jaringan lunak dan tulang.

Penyakit ini memiliki tiga efek samping utama: 'port wine stain' (Marley besar 'memar'), pertumbuhan berlebih dari tulang - terutama tungkai - dan varises.

Dr Krishan Chugh, kepala pediatri, mengatakan: "KTS adalah bentuk malformasi mana pembuluh darah tidak benar terbentuk. Ini adalah gangguan yang ditemukan terutama di kalangan anak-anak.


Kendati demikian, Akhsaj tetap berpandangan positif terhadap penyakit yang dideritanya meski tanpa obat. Ia menganggap bahwa penyakit atau kakinya itu adalah hadiah dari Tuhan yang berlebih.

Orang tuanya belum mampu mengutarakan keadaan sebenarnya pada anaknya. Mereka khawatir anaknya akan semakin down dan tidak lagi berfikir positif sehingga kesehatnnya justru semakin menurun.

Orang tuanya selalu memberikan semangat kepada anaknya. Disisi lain mereka merasa sedih dan terus mencari obat meski berulang kali pulang tanpa mendapatkan bantuan.| Daily Mail| Rofi'ah Nurhayati

back to top