Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan
Pyongyang - KoPi| Konflik antar Korea Selatan dengan Korea Utara semakin memanas. Pasalnya, Jumat (21/8), Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk bersiaga perang. Hal tersebut dipicu setalah kedua negara tersebut saling meluncurkan tembakan artileri.

Aksi penembakan artileri tersebut dipicu oleh sebuah pengeras suara di perbatasan kota yang menyuarakan propaganda anti-Pyongyang. Aksi saling tembak pada Kamis (20/08) tersebut dinyatakan kedua belah pihak tidak memakan korban. Namun, aksi tersebut merupakan aksi pertama dalam 10 bulan terakhir.

“Setelah para pemimpin militer mengadakan pertemuan darurat, Kim Jong Un, selaku panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) menyatakan agar semua unit KPA di garis dean berada dalam kondisi siaga dan siap meluncurkan operasi dadakan,” berikut ungkapan kantor berita Korea Utara, KCNA.

Sebelumnya, Kementrian Pertahanan Korea Selatan menerima surat peringatan untuk menghentikan siaran propaganda anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan. Dalam surat tersebut, Korut menyatakan jika periingatan ini diabaikan, maka militer Korut akan bertindak lebih lanjut.

Namun, pihak Korsel sendiri memilih untuk mengabaikan ancaman tesebut. Mereka juga mengatakan bahwa akan terus menyuarakan siaran anti-Pyongyang. Hal tersebut memicu aksi saling tembak artileri yang dilepaskan oleh keduanya.

Pemerintah Korsel memutuskan untuk mengevakuasi warga sipil yang berada di perbatasan barat. Hal ini ditujukan sebagai bentuk persiapan melawan Korut.

Presiden Korsel, Park Geun –Hye mengatakan “Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan mengamati dengan seksama pergerakan militer Korut,” Park melanjutkan dengan pernyataan para pejabat pertahanan Korsel siap bereaksi tegas terhadap provokasi dari Korut.

Sebelumnya, konflik dua negara ini berawal saat berakhirnya perang pertempuan periode 1950-1953. Akhir dalam perang tersebut merupakan gencatan senjata dengan alih perdamaian. Hal tersebut memicu konflik selanjutnya hingga sekarang. |Labibah|

back to top