Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan

Kim Jong-Un serukan siaga perang melawan Korea Selatan
Pyongyang - KoPi| Konflik antar Korea Selatan dengan Korea Utara semakin memanas. Pasalnya, Jumat (21/8), Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk bersiaga perang. Hal tersebut dipicu setalah kedua negara tersebut saling meluncurkan tembakan artileri.

Aksi penembakan artileri tersebut dipicu oleh sebuah pengeras suara di perbatasan kota yang menyuarakan propaganda anti-Pyongyang. Aksi saling tembak pada Kamis (20/08) tersebut dinyatakan kedua belah pihak tidak memakan korban. Namun, aksi tersebut merupakan aksi pertama dalam 10 bulan terakhir.

“Setelah para pemimpin militer mengadakan pertemuan darurat, Kim Jong Un, selaku panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) menyatakan agar semua unit KPA di garis dean berada dalam kondisi siaga dan siap meluncurkan operasi dadakan,” berikut ungkapan kantor berita Korea Utara, KCNA.

Sebelumnya, Kementrian Pertahanan Korea Selatan menerima surat peringatan untuk menghentikan siaran propaganda anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan. Dalam surat tersebut, Korut menyatakan jika periingatan ini diabaikan, maka militer Korut akan bertindak lebih lanjut.

Namun, pihak Korsel sendiri memilih untuk mengabaikan ancaman tesebut. Mereka juga mengatakan bahwa akan terus menyuarakan siaran anti-Pyongyang. Hal tersebut memicu aksi saling tembak artileri yang dilepaskan oleh keduanya.

Pemerintah Korsel memutuskan untuk mengevakuasi warga sipil yang berada di perbatasan barat. Hal ini ditujukan sebagai bentuk persiapan melawan Korut.

Presiden Korsel, Park Geun –Hye mengatakan “Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan mengamati dengan seksama pergerakan militer Korut,” Park melanjutkan dengan pernyataan para pejabat pertahanan Korsel siap bereaksi tegas terhadap provokasi dari Korut.

Sebelumnya, konflik dua negara ini berawal saat berakhirnya perang pertempuan periode 1950-1953. Akhir dalam perang tersebut merupakan gencatan senjata dengan alih perdamaian. Hal tersebut memicu konflik selanjutnya hingga sekarang. |Labibah|

back to top