Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kelahiran pada musim tertentu, penyebab alergi

Kelahiran pada musim tertentu, penyebab alergi

KoPi| Sebuah tim peneliti menemukan tanda khusus pada DNA yang menghubungkan musim kelahiran seseorang dengan risiko alergi di kemudian hari, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan University of Southampton.

Tim ini melakukan scanning epigenetik pada sampel DNA dari sekelompok orang yang lahir di Isle of Wight, ditemukan bahwa tanda epigenetik tertentu dikaitkan dengan musim kelahiran dan masih ada hingga 18 tahun kemudian. Tim peneliti juga mampu menghubungkan tanda epigenetik musim kelahiran ini untuk penyakit alergi, misalnya orang yang lahir di musim gugur telah mengalami peningkatan risiko eksim dibandingkan dengan mereka yang lahir di musim semi.

"Kita tahu bahwa musim kelahiran memiliki efek dan terjadi sepanjang hidup mereka. Sebagai contoh umum, orang yang lahir di musim gugur dan musim dingin memiliki tingkat risiko yang tinngi untuk penyakit alergi seperti asma. Namun, sampai saat ini, kami tidak mengetahui bagaimana efek tersebut dapat bertahan lama," kata John Holloway, seorang profesor di University of Southampton dan salah satu penulis penelitian tersebut.

"Tanda epigenetik yang melekat ke DNA, dapat mempengaruhi gen selama bertahun-tahun, bahkan mungkin ke generasi berikutnya. Penelitian kami telah mengkaitkan tanda epigenetik khusus dengan musim kelahiran dan risiko alergi. Namun, hasil sementara memiliki implikasi klinis dalam pencegahan terhadap risiko alergi, kita tidak menyarankan mengubah waktu kehamilan, "kata Holloway.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami tentang musim yang berbeda dari tahun ketahun yang mengarah ke risiko perubahan penyakit, dan apakah perbedaan yang khusus pada musim termasuk suhu, tingkat sinar matahari dan diet memainkan peran dalam hal ini. Studi lebih lanjut juga diperlukan pada hubungan antara metilasi DNA dan penyakit alergi, dan apakah paparan lingkungan lainnya juga mengubah epigenome, dengan implikasi penyakit potensial.

"Karena musim lahir berpengaruh dalam begitu banyak hal, tanda epigenetik yang ditemukan dalam penelitian ini juga bisa berpotensi menjadi mekanisme untuk penyakit musiman mempengaruhi hal lain dan sifat-sifat juga, bukan hanya alergi," kata Dr Gabrielle Lockett di University of Southampton, co-author penelitian. |Xinhuanet.com|

back to top