Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kelahiran pada musim tertentu, penyebab alergi

Kelahiran pada musim tertentu, penyebab alergi

KoPi| Sebuah tim peneliti menemukan tanda khusus pada DNA yang menghubungkan musim kelahiran seseorang dengan risiko alergi di kemudian hari, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan University of Southampton.

Tim ini melakukan scanning epigenetik pada sampel DNA dari sekelompok orang yang lahir di Isle of Wight, ditemukan bahwa tanda epigenetik tertentu dikaitkan dengan musim kelahiran dan masih ada hingga 18 tahun kemudian. Tim peneliti juga mampu menghubungkan tanda epigenetik musim kelahiran ini untuk penyakit alergi, misalnya orang yang lahir di musim gugur telah mengalami peningkatan risiko eksim dibandingkan dengan mereka yang lahir di musim semi.

"Kita tahu bahwa musim kelahiran memiliki efek dan terjadi sepanjang hidup mereka. Sebagai contoh umum, orang yang lahir di musim gugur dan musim dingin memiliki tingkat risiko yang tinngi untuk penyakit alergi seperti asma. Namun, sampai saat ini, kami tidak mengetahui bagaimana efek tersebut dapat bertahan lama," kata John Holloway, seorang profesor di University of Southampton dan salah satu penulis penelitian tersebut.

"Tanda epigenetik yang melekat ke DNA, dapat mempengaruhi gen selama bertahun-tahun, bahkan mungkin ke generasi berikutnya. Penelitian kami telah mengkaitkan tanda epigenetik khusus dengan musim kelahiran dan risiko alergi. Namun, hasil sementara memiliki implikasi klinis dalam pencegahan terhadap risiko alergi, kita tidak menyarankan mengubah waktu kehamilan, "kata Holloway.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami tentang musim yang berbeda dari tahun ketahun yang mengarah ke risiko perubahan penyakit, dan apakah perbedaan yang khusus pada musim termasuk suhu, tingkat sinar matahari dan diet memainkan peran dalam hal ini. Studi lebih lanjut juga diperlukan pada hubungan antara metilasi DNA dan penyakit alergi, dan apakah paparan lingkungan lainnya juga mengubah epigenome, dengan implikasi penyakit potensial.

"Karena musim lahir berpengaruh dalam begitu banyak hal, tanda epigenetik yang ditemukan dalam penelitian ini juga bisa berpotensi menjadi mekanisme untuk penyakit musiman mempengaruhi hal lain dan sifat-sifat juga, bukan hanya alergi," kata Dr Gabrielle Lockett di University of Southampton, co-author penelitian. |Xinhuanet.com|

back to top