Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kelahiran pada musim tertentu, penyebab alergi

Kelahiran pada musim tertentu, penyebab alergi

KoPi| Sebuah tim peneliti menemukan tanda khusus pada DNA yang menghubungkan musim kelahiran seseorang dengan risiko alergi di kemudian hari, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan University of Southampton.

Tim ini melakukan scanning epigenetik pada sampel DNA dari sekelompok orang yang lahir di Isle of Wight, ditemukan bahwa tanda epigenetik tertentu dikaitkan dengan musim kelahiran dan masih ada hingga 18 tahun kemudian. Tim peneliti juga mampu menghubungkan tanda epigenetik musim kelahiran ini untuk penyakit alergi, misalnya orang yang lahir di musim gugur telah mengalami peningkatan risiko eksim dibandingkan dengan mereka yang lahir di musim semi.

"Kita tahu bahwa musim kelahiran memiliki efek dan terjadi sepanjang hidup mereka. Sebagai contoh umum, orang yang lahir di musim gugur dan musim dingin memiliki tingkat risiko yang tinngi untuk penyakit alergi seperti asma. Namun, sampai saat ini, kami tidak mengetahui bagaimana efek tersebut dapat bertahan lama," kata John Holloway, seorang profesor di University of Southampton dan salah satu penulis penelitian tersebut.

"Tanda epigenetik yang melekat ke DNA, dapat mempengaruhi gen selama bertahun-tahun, bahkan mungkin ke generasi berikutnya. Penelitian kami telah mengkaitkan tanda epigenetik khusus dengan musim kelahiran dan risiko alergi. Namun, hasil sementara memiliki implikasi klinis dalam pencegahan terhadap risiko alergi, kita tidak menyarankan mengubah waktu kehamilan, "kata Holloway.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami tentang musim yang berbeda dari tahun ketahun yang mengarah ke risiko perubahan penyakit, dan apakah perbedaan yang khusus pada musim termasuk suhu, tingkat sinar matahari dan diet memainkan peran dalam hal ini. Studi lebih lanjut juga diperlukan pada hubungan antara metilasi DNA dan penyakit alergi, dan apakah paparan lingkungan lainnya juga mengubah epigenome, dengan implikasi penyakit potensial.

"Karena musim lahir berpengaruh dalam begitu banyak hal, tanda epigenetik yang ditemukan dalam penelitian ini juga bisa berpotensi menjadi mekanisme untuk penyakit musiman mempengaruhi hal lain dan sifat-sifat juga, bukan hanya alergi," kata Dr Gabrielle Lockett di University of Southampton, co-author penelitian. |Xinhuanet.com|

back to top