Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kelahiran pada musim tertentu, penyebab alergi

Kelahiran pada musim tertentu, penyebab alergi

KoPi| Sebuah tim peneliti menemukan tanda khusus pada DNA yang menghubungkan musim kelahiran seseorang dengan risiko alergi di kemudian hari, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan University of Southampton.

Tim ini melakukan scanning epigenetik pada sampel DNA dari sekelompok orang yang lahir di Isle of Wight, ditemukan bahwa tanda epigenetik tertentu dikaitkan dengan musim kelahiran dan masih ada hingga 18 tahun kemudian. Tim peneliti juga mampu menghubungkan tanda epigenetik musim kelahiran ini untuk penyakit alergi, misalnya orang yang lahir di musim gugur telah mengalami peningkatan risiko eksim dibandingkan dengan mereka yang lahir di musim semi.

"Kita tahu bahwa musim kelahiran memiliki efek dan terjadi sepanjang hidup mereka. Sebagai contoh umum, orang yang lahir di musim gugur dan musim dingin memiliki tingkat risiko yang tinngi untuk penyakit alergi seperti asma. Namun, sampai saat ini, kami tidak mengetahui bagaimana efek tersebut dapat bertahan lama," kata John Holloway, seorang profesor di University of Southampton dan salah satu penulis penelitian tersebut.

"Tanda epigenetik yang melekat ke DNA, dapat mempengaruhi gen selama bertahun-tahun, bahkan mungkin ke generasi berikutnya. Penelitian kami telah mengkaitkan tanda epigenetik khusus dengan musim kelahiran dan risiko alergi. Namun, hasil sementara memiliki implikasi klinis dalam pencegahan terhadap risiko alergi, kita tidak menyarankan mengubah waktu kehamilan, "kata Holloway.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami tentang musim yang berbeda dari tahun ketahun yang mengarah ke risiko perubahan penyakit, dan apakah perbedaan yang khusus pada musim termasuk suhu, tingkat sinar matahari dan diet memainkan peran dalam hal ini. Studi lebih lanjut juga diperlukan pada hubungan antara metilasi DNA dan penyakit alergi, dan apakah paparan lingkungan lainnya juga mengubah epigenome, dengan implikasi penyakit potensial.

"Karena musim lahir berpengaruh dalam begitu banyak hal, tanda epigenetik yang ditemukan dalam penelitian ini juga bisa berpotensi menjadi mekanisme untuk penyakit musiman mempengaruhi hal lain dan sifat-sifat juga, bukan hanya alergi," kata Dr Gabrielle Lockett di University of Southampton, co-author penelitian. |Xinhuanet.com|

back to top