Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kecelakaan pesawat Malaysia Airlines: ditembak jatuh oleh Ukraina

Kecelakaan pesawat Malaysia Airlines: ditembak jatuh oleh Ukraina

KoPi-Sebuah pesawat penumpang Malaysia Airlines ditembak jatuh di atas Ukraina pada hari Kamis kemarin, menewaskan semua orang didalamnya berjumlah 295 orang. Pesawat sedang dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.

Anton Gerashenko, penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, menulis di Facebook bahwa pesawat itu terkena rudal yang ditembakkan dari sebuah peluncur Buk sebelah timur Ukraina. Para pejabat AS mengatakan kepada NBC News bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh sebuah rudal yang mengudara, dan menurut analis intelijen, "Kita sedang mencoba untuk menyelidiki siapa yang meluncurkan rudal itu."

Meskipun Ukraina menyalahkan militan pro-Rusia bahwa merekalah yang menembak jatuh pesawat Malaysia itu, pemimpin separatis Oleg Tsarev tetap membantah tuduhan itu. "Kami tidak memiliki senjata yang dapat menjatuhkan pesawat dari ketinggian itu," kata Tsarev kepada TIME.

Orang dalam perusahaan menjelaskan meskipun Tsarev membantah, para pemberontak dilaporkan memiliki senjata tersebut dan baru-baru ini didapatdari beberapa pesawat militer Ukraina. Julia Ioffe dari The New Republic mencatat, "Satu jam sebelum # MH17 jatuh, gerakan separatis sedang  membual tentang menjatuhkan sebuah pesawat militer Ukraina."

Malaysia Airlines menegaskan mereka telah kehilangan kontak dengan pesawat MH17 dan posisi terakhirnya adalah atas wilayah udara Ukraina. Sebuah sumber industri penerbangan Rusia mengatakan kepada Reuters bahwa pesawat tidak memasuki wilayah udara Rusia saat itu. Radio Rusia melaporkan bahwa kotak hitam pesawat telah dikirim ke Moskow "untuk penyelidikan," menurut The Daily Beast.

Ukraina timur telah melihat pertempuran sengit antara militer dan gerakan separatis di negara itu beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada hari Kamis, militer Ukraina mengklaim jet Rusia telah menembak jatuh sebuah pesawat perang Ukraina Rabu malam.

AP

Media

back to top