Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Karena Ebola, lagi-lagi Sierra Leone kehilangan seorang dokter

Karena Ebola, lagi-lagi Sierra Leone kehilangan seorang dokter
Sierra Leone-KoPi- Sierra Leone telah kehilangan seorang dokter lagi karena terinfeksi Ebola. Ini merupakan keempat kalinya setelah upaya mentransfer ke luar negeri untuk perawatan medis gagal, kata seorang pejabat pemerintah.

Dr. Olivet Buck meninggal pada hari Sabtu, beberapa jam setelah Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan tidak bisa membantu secara medis mengevakuasi dia ke Jerman, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Brima Kargbo mengatakan kepada The Associated Press. 

Sebelum Buck meninggal, Sierra Leone telah meminta dana dari WHO untuk mengangkutnya ke Eropa. Akan tetapi WHO mengatakan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut melainkan akan bekerja untuk memberikan Buck "perawatan terbaik" di Sierra Leone, termasuk kemungkinan akses obat eksperimental. 

Ebola menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang sakit membuat dokter dan perawat rentan tertular virus yang saat ini masih belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui. 

Lebih dari 300 pekerja kesehatan telah terinfeksi Ebola di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Hampir setengah dari mereka telah meninggal, menurut WHO. 

Ebola telah memperburuk jumlah dokter dan perawat di negara-negara Afrika Barat. Sekarang  tenaga medis untuk Ebola jumlahnya berkurang dan tidak sebanding dengan jumlah pasien Ebola.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top