Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Karena Ebola, lagi-lagi Sierra Leone kehilangan seorang dokter

Karena Ebola, lagi-lagi Sierra Leone kehilangan seorang dokter
Sierra Leone-KoPi- Sierra Leone telah kehilangan seorang dokter lagi karena terinfeksi Ebola. Ini merupakan keempat kalinya setelah upaya mentransfer ke luar negeri untuk perawatan medis gagal, kata seorang pejabat pemerintah.

Dr. Olivet Buck meninggal pada hari Sabtu, beberapa jam setelah Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan tidak bisa membantu secara medis mengevakuasi dia ke Jerman, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Brima Kargbo mengatakan kepada The Associated Press. 

Sebelum Buck meninggal, Sierra Leone telah meminta dana dari WHO untuk mengangkutnya ke Eropa. Akan tetapi WHO mengatakan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut melainkan akan bekerja untuk memberikan Buck "perawatan terbaik" di Sierra Leone, termasuk kemungkinan akses obat eksperimental. 

Ebola menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang sakit membuat dokter dan perawat rentan tertular virus yang saat ini masih belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui. 

Lebih dari 300 pekerja kesehatan telah terinfeksi Ebola di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Hampir setengah dari mereka telah meninggal, menurut WHO. 

Ebola telah memperburuk jumlah dokter dan perawat di negara-negara Afrika Barat. Sekarang  tenaga medis untuk Ebola jumlahnya berkurang dan tidak sebanding dengan jumlah pasien Ebola.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top