Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jumlah Tenaga Kerja Anak Terbanyak Ada di India

Jumlah Tenaga Kerja Anak Terbanyak Ada di India

India-KoPi, Setidaknya ada lebih dari 150 juta anak antara umur 5 sampai 14 tahun yang terlibat dalam dunia kerja. Dan bagian terbesar dari jumlah anak tersebut berada di India.

Bertepatan dengan hari Jum'at ini, hari istimewa yang dikhususkan untuk menentang perilaku mempekerjakan anak internasional, beberapa langkah besar dilakukan untuk mengurangi jumlah pekerja anak yang semakin membludak. Khususnya di India, yang menurut catatan UNICEF ada lebih dari 28 juta anak bekerja di negara ini.

Undang-undang ketenagakerjaan anak yang baru-baru ini dikeluarkan di India melarang masyarakat untuk melibatkan anak dibawah umur 14 tahun dalam pekerjaan yang berat. Meskipun begitu, pada bulan Mei kemarin, alih-alih menghapus total tenaga kerja anak di India, kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi ini malah hanya memposisikan aturan tersebut sebagai amandemen hukum semata.

Tindakan ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Salah satunya berasal dari BBA (Bachpan Bachao Andolan), organisasi yang diketuai oleh Kailash Satyarthi. Organisasi ini setuju dengan langkah pemerintah dengan koreksi agar pemerintah memberikan batasan ataupun definisi yang jelas mengenai "mempekerjakan anak" itu sendiri sehingga nantinya tidak ada lagi praktik eksploitasi anak dengan mengatasnamakan "pekerjaan membantu keluarga".

Ana Puspita
Aljazeera.com

back to top