Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jumlah Tenaga Kerja Anak Terbanyak Ada di India

Jumlah Tenaga Kerja Anak Terbanyak Ada di India

India-KoPi, Setidaknya ada lebih dari 150 juta anak antara umur 5 sampai 14 tahun yang terlibat dalam dunia kerja. Dan bagian terbesar dari jumlah anak tersebut berada di India.

Bertepatan dengan hari Jum'at ini, hari istimewa yang dikhususkan untuk menentang perilaku mempekerjakan anak internasional, beberapa langkah besar dilakukan untuk mengurangi jumlah pekerja anak yang semakin membludak. Khususnya di India, yang menurut catatan UNICEF ada lebih dari 28 juta anak bekerja di negara ini.

Undang-undang ketenagakerjaan anak yang baru-baru ini dikeluarkan di India melarang masyarakat untuk melibatkan anak dibawah umur 14 tahun dalam pekerjaan yang berat. Meskipun begitu, pada bulan Mei kemarin, alih-alih menghapus total tenaga kerja anak di India, kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi ini malah hanya memposisikan aturan tersebut sebagai amandemen hukum semata.

Tindakan ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Salah satunya berasal dari BBA (Bachpan Bachao Andolan), organisasi yang diketuai oleh Kailash Satyarthi. Organisasi ini setuju dengan langkah pemerintah dengan koreksi agar pemerintah memberikan batasan ataupun definisi yang jelas mengenai "mempekerjakan anak" itu sendiri sehingga nantinya tidak ada lagi praktik eksploitasi anak dengan mengatasnamakan "pekerjaan membantu keluarga".

Ana Puspita
Aljazeera.com

back to top