Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Jumlah Tenaga Kerja Anak Terbanyak Ada di India

Jumlah Tenaga Kerja Anak Terbanyak Ada di India

India-KoPi, Setidaknya ada lebih dari 150 juta anak antara umur 5 sampai 14 tahun yang terlibat dalam dunia kerja. Dan bagian terbesar dari jumlah anak tersebut berada di India.

Bertepatan dengan hari Jum'at ini, hari istimewa yang dikhususkan untuk menentang perilaku mempekerjakan anak internasional, beberapa langkah besar dilakukan untuk mengurangi jumlah pekerja anak yang semakin membludak. Khususnya di India, yang menurut catatan UNICEF ada lebih dari 28 juta anak bekerja di negara ini.

Undang-undang ketenagakerjaan anak yang baru-baru ini dikeluarkan di India melarang masyarakat untuk melibatkan anak dibawah umur 14 tahun dalam pekerjaan yang berat. Meskipun begitu, pada bulan Mei kemarin, alih-alih menghapus total tenaga kerja anak di India, kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi ini malah hanya memposisikan aturan tersebut sebagai amandemen hukum semata.

Tindakan ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Salah satunya berasal dari BBA (Bachpan Bachao Andolan), organisasi yang diketuai oleh Kailash Satyarthi. Organisasi ini setuju dengan langkah pemerintah dengan koreksi agar pemerintah memberikan batasan ataupun definisi yang jelas mengenai "mempekerjakan anak" itu sendiri sehingga nantinya tidak ada lagi praktik eksploitasi anak dengan mengatasnamakan "pekerjaan membantu keluarga".

Ana Puspita
Aljazeera.com

back to top