Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Jumlah Tenaga Kerja Anak Terbanyak Ada di India

Jumlah Tenaga Kerja Anak Terbanyak Ada di India

India-KoPi, Setidaknya ada lebih dari 150 juta anak antara umur 5 sampai 14 tahun yang terlibat dalam dunia kerja. Dan bagian terbesar dari jumlah anak tersebut berada di India.

Bertepatan dengan hari Jum'at ini, hari istimewa yang dikhususkan untuk menentang perilaku mempekerjakan anak internasional, beberapa langkah besar dilakukan untuk mengurangi jumlah pekerja anak yang semakin membludak. Khususnya di India, yang menurut catatan UNICEF ada lebih dari 28 juta anak bekerja di negara ini.

Undang-undang ketenagakerjaan anak yang baru-baru ini dikeluarkan di India melarang masyarakat untuk melibatkan anak dibawah umur 14 tahun dalam pekerjaan yang berat. Meskipun begitu, pada bulan Mei kemarin, alih-alih menghapus total tenaga kerja anak di India, kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi ini malah hanya memposisikan aturan tersebut sebagai amandemen hukum semata.

Tindakan ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Salah satunya berasal dari BBA (Bachpan Bachao Andolan), organisasi yang diketuai oleh Kailash Satyarthi. Organisasi ini setuju dengan langkah pemerintah dengan koreksi agar pemerintah memberikan batasan ataupun definisi yang jelas mengenai "mempekerjakan anak" itu sendiri sehingga nantinya tidak ada lagi praktik eksploitasi anak dengan mengatasnamakan "pekerjaan membantu keluarga".

Ana Puspita
Aljazeera.com

back to top