Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Jokowi-JK jadi headline di Xinhua News

Jokowi-JK jadi headline di Xinhua News

Jakarta-KoPi, Kemenangan Joko Widodo dimuat dalam Xinhua News yang mana ia telah memenuhi syarat untuk menjadi presiden Indonesia selanjutnya setelah KPU (Komisi Pemilihan Umum) mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pada hari Selasa (22), yang menunjukkan Jokowi lebih unggul dari pada lawannya Prabowo Subianto.

Ketika menyampaikan pengumuman resmi hasil suara, Ketua KPU Husni Kamil Malik mengatakan Joko Widodo dan pasangannya Jusuf Kalla mendapatkan suara yang lebih banyak.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dari 33 provinsi seluruh Indonesia dan luar negeri, Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendapatkan suara sebanyak 70.993.444 (53.15 %) dan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa mendapatkan suara sebanyak 62.576.444 (46.85%).

Setelah pengumuman kemenangan, Jokowi dan Jusuf Kalla masih harus menungu apakah permohonan atau komplain diajukan oleh lawannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ada waktu tiga hari bagi calon presiden yang tidak puas dengan hasil suara untuk mengajukan komplain kepada MK. Kemudian, MK akan memproses komplain tersebut dan dengan secepatnya mengeluarkan keputusan yang akan diimplementasikan oleh KPU,” Ikrar Nusa Bakti, analisis politik dari LIPI mengatakan kepada Xinhua pada hari Selasa.

Keputusan tersebut bisa bermacam-macam, MK bisa menganulir kemenangan Jokowi-JK atau memerintahkan agar melakukan penghitungan ulang jika MK mempertimbangkan itu dibutuhkan berdasarkan komplain tersebut.

“Jika MK menganulir komplain tersebut, Jokowi-JK akan menjalani proses pelantikan presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober,” tambahnya. Pengumuman resmi Jokowi-JK untuk menjadi presiden akan diumumkan oleh KPU setelah MK memberikan keputusan.

Mempelajari pernyataan Prabowo yang mengundurkan diri dari proses pemilihan, Ikrar mengatakan sepertinya komplain ke MK tidak akan dilakukan karena Prabowo telah menyerah.

Prabowo mengatakan ada kecurangan dalam proses pemilihan dan KPU tidak begitu merespon terhadap isu kecurangan tersebut. Ia juga menyuruh timnya keluar dari proses rekapitulasi suara di KPU pusat.

Merespon situasi tersebut, Menkopolhukam Djoko Suyanto, meminta masyarakat tetap tenang dan memperingatkan tidak terpengaruh tindakan provokatif yang bisa merusak kestabilan negara.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top