Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Yerusalem-KoPi| Israel memutuskan untuk menyingkirkan detektor logam yang ditempatkannya di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan menggantinya dengan kamera pengintai yang lebih canggih.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memilih untuk mencopot gerbang detektor logam tersebut setelah sebuah pertemuan berlangsung beberapa jam untuk kedua kalinya pada hari Senin,(24/7)

Sheikh Najeh Bakirat, direktur Masjid al-Aqsa pada Senin malam, mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak memenuhi tuntutan umat Muslim saat kamera keamanan tetap terpasang.

Israel memasang detektor logam dan kamera keamanan setelah orang-orang bersenjata menembak mati dua penjaga Israel di dekat kompleks al-Aqsa - situs tersuci ketiga Islam - pada 14 Juli.

Imran Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari Yerusalem Timur mengatakan bahwa saat detektor logam dilepaskan, ratusan orang Palestina memprotes kamera keamanan yang terpasang

Dia mengatakan bahwa Peralata bulldozer telah menyiapkan kabel untuk kamera baru dengan perangkat lunak canggih yang mampu mengenali wajah.

Pernyataan kabinet menambahkan bahwa mereka telah mengalokasikan 100 juta shekel (sekitar 28 juta dollar atau sekitar 373 miliar rupiah) untuk peralatan dan petugas polisi tambahan.

"Pasukan Israel menembakkan peluru karet berlapis baja, granat setrum ke pendemo dan lebih banyak pasukan keamanan ditempatkan di gerbang masjid Singa," jelas Koresponden Al-Jazeera, Selasa (25/7).

"Ada kemarahan besar, orang-orang Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah menerima tindakan pengamanan di kompleks masjid al-Aqsa," lanjutnya.

Koresponden tersebut melihat seolah Palestina tidak akan bisa menerima kamera keamanan.

Sementara itu,Khaled el-Gindy, dari instusi Brookings , mengatakan bahwa "mereka yang mengatakan ini hanya tentang masalah keamanan dan mengatakan hanya masalah teknis yang relatif kecil, sangat tidak mengerti masalah ini".

"... menyerah pada detektor logam akan dipandang sebagai pengakuan pernyataan Israel atas kedaulatannya pada tempat suci dan perluasan seluruh Yerusalem," katanya dari San Diego di California.

"Ini adalah masalah politis yang sangat serius dan sangat nyata bagi orang-orang Palestina,"pungkasnya.(Sumber Al-Jazeera)

back to top