Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Yerusalem-KoPi| Israel memutuskan untuk menyingkirkan detektor logam yang ditempatkannya di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan menggantinya dengan kamera pengintai yang lebih canggih.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memilih untuk mencopot gerbang detektor logam tersebut setelah sebuah pertemuan berlangsung beberapa jam untuk kedua kalinya pada hari Senin,(24/7)

Sheikh Najeh Bakirat, direktur Masjid al-Aqsa pada Senin malam, mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak memenuhi tuntutan umat Muslim saat kamera keamanan tetap terpasang.

Israel memasang detektor logam dan kamera keamanan setelah orang-orang bersenjata menembak mati dua penjaga Israel di dekat kompleks al-Aqsa - situs tersuci ketiga Islam - pada 14 Juli.

Imran Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari Yerusalem Timur mengatakan bahwa saat detektor logam dilepaskan, ratusan orang Palestina memprotes kamera keamanan yang terpasang

Dia mengatakan bahwa Peralata bulldozer telah menyiapkan kabel untuk kamera baru dengan perangkat lunak canggih yang mampu mengenali wajah.

Pernyataan kabinet menambahkan bahwa mereka telah mengalokasikan 100 juta shekel (sekitar 28 juta dollar atau sekitar 373 miliar rupiah) untuk peralatan dan petugas polisi tambahan.

"Pasukan Israel menembakkan peluru karet berlapis baja, granat setrum ke pendemo dan lebih banyak pasukan keamanan ditempatkan di gerbang masjid Singa," jelas Koresponden Al-Jazeera, Selasa (25/7).

"Ada kemarahan besar, orang-orang Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah menerima tindakan pengamanan di kompleks masjid al-Aqsa," lanjutnya.

Koresponden tersebut melihat seolah Palestina tidak akan bisa menerima kamera keamanan.

Sementara itu,Khaled el-Gindy, dari instusi Brookings , mengatakan bahwa "mereka yang mengatakan ini hanya tentang masalah keamanan dan mengatakan hanya masalah teknis yang relatif kecil, sangat tidak mengerti masalah ini".

"... menyerah pada detektor logam akan dipandang sebagai pengakuan pernyataan Israel atas kedaulatannya pada tempat suci dan perluasan seluruh Yerusalem," katanya dari San Diego di California.

"Ini adalah masalah politis yang sangat serius dan sangat nyata bagi orang-orang Palestina,"pungkasnya.(Sumber Al-Jazeera)

back to top