Menu
UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

UGM naik menjadi peringkat teratas …

YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 20...

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

Bantul-KoPi| Sebagai Univ...

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi Intelegensia Muda Berkarakter Tradisi Besar

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi In…

Bantul-KoPi| Ketua Umum P...

Seminar COMICOS 2017 Universitas Atmajaya Yogyakarta

Seminar COMICOS 2017 Universitas At…

SLEMAN-Memasuki usianya y...

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama Orangtua/Wali Mahasiswa Baru

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama …

Bantul-KoPi| Tradisi baik...

Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Prev Next

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Yerusalem-KoPi| Israel memutuskan untuk menyingkirkan detektor logam yang ditempatkannya di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan menggantinya dengan kamera pengintai yang lebih canggih.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memilih untuk mencopot gerbang detektor logam tersebut setelah sebuah pertemuan berlangsung beberapa jam untuk kedua kalinya pada hari Senin,(24/7)

Sheikh Najeh Bakirat, direktur Masjid al-Aqsa pada Senin malam, mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak memenuhi tuntutan umat Muslim saat kamera keamanan tetap terpasang.

Israel memasang detektor logam dan kamera keamanan setelah orang-orang bersenjata menembak mati dua penjaga Israel di dekat kompleks al-Aqsa - situs tersuci ketiga Islam - pada 14 Juli.

Imran Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari Yerusalem Timur mengatakan bahwa saat detektor logam dilepaskan, ratusan orang Palestina memprotes kamera keamanan yang terpasang

Dia mengatakan bahwa Peralata bulldozer telah menyiapkan kabel untuk kamera baru dengan perangkat lunak canggih yang mampu mengenali wajah.

Pernyataan kabinet menambahkan bahwa mereka telah mengalokasikan 100 juta shekel (sekitar 28 juta dollar atau sekitar 373 miliar rupiah) untuk peralatan dan petugas polisi tambahan.

"Pasukan Israel menembakkan peluru karet berlapis baja, granat setrum ke pendemo dan lebih banyak pasukan keamanan ditempatkan di gerbang masjid Singa," jelas Koresponden Al-Jazeera, Selasa (25/7).

"Ada kemarahan besar, orang-orang Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah menerima tindakan pengamanan di kompleks masjid al-Aqsa," lanjutnya.

Koresponden tersebut melihat seolah Palestina tidak akan bisa menerima kamera keamanan.

Sementara itu,Khaled el-Gindy, dari instusi Brookings , mengatakan bahwa "mereka yang mengatakan ini hanya tentang masalah keamanan dan mengatakan hanya masalah teknis yang relatif kecil, sangat tidak mengerti masalah ini".

"... menyerah pada detektor logam akan dipandang sebagai pengakuan pernyataan Israel atas kedaulatannya pada tempat suci dan perluasan seluruh Yerusalem," katanya dari San Diego di California.

"Ini adalah masalah politis yang sangat serius dan sangat nyata bagi orang-orang Palestina,"pungkasnya.(Sumber Al-Jazeera)

back to top