Menu
Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Konektivitas Virtual Global: Peringkat Indonesia dan Jokowi Meningkat

Konektivitas Virtual Global: Pering…

Yogyakarta-KoPi | Kemud...

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemilikan Rumah Bagi Driver Gojek

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemili…

Surabaya-KoPi| Wakil Gu...

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama …

Sleman-KoPi| Wakil Dewa...

Prev Next

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Yerusalem-KoPi| Israel memutuskan untuk menyingkirkan detektor logam yang ditempatkannya di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan menggantinya dengan kamera pengintai yang lebih canggih.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memilih untuk mencopot gerbang detektor logam tersebut setelah sebuah pertemuan berlangsung beberapa jam untuk kedua kalinya pada hari Senin,(24/7)

Sheikh Najeh Bakirat, direktur Masjid al-Aqsa pada Senin malam, mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak memenuhi tuntutan umat Muslim saat kamera keamanan tetap terpasang.

Israel memasang detektor logam dan kamera keamanan setelah orang-orang bersenjata menembak mati dua penjaga Israel di dekat kompleks al-Aqsa - situs tersuci ketiga Islam - pada 14 Juli.

Imran Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari Yerusalem Timur mengatakan bahwa saat detektor logam dilepaskan, ratusan orang Palestina memprotes kamera keamanan yang terpasang

Dia mengatakan bahwa Peralata bulldozer telah menyiapkan kabel untuk kamera baru dengan perangkat lunak canggih yang mampu mengenali wajah.

Pernyataan kabinet menambahkan bahwa mereka telah mengalokasikan 100 juta shekel (sekitar 28 juta dollar atau sekitar 373 miliar rupiah) untuk peralatan dan petugas polisi tambahan.

"Pasukan Israel menembakkan peluru karet berlapis baja, granat setrum ke pendemo dan lebih banyak pasukan keamanan ditempatkan di gerbang masjid Singa," jelas Koresponden Al-Jazeera, Selasa (25/7).

"Ada kemarahan besar, orang-orang Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah menerima tindakan pengamanan di kompleks masjid al-Aqsa," lanjutnya.

Koresponden tersebut melihat seolah Palestina tidak akan bisa menerima kamera keamanan.

Sementara itu,Khaled el-Gindy, dari instusi Brookings , mengatakan bahwa "mereka yang mengatakan ini hanya tentang masalah keamanan dan mengatakan hanya masalah teknis yang relatif kecil, sangat tidak mengerti masalah ini".

"... menyerah pada detektor logam akan dipandang sebagai pengakuan pernyataan Israel atas kedaulatannya pada tempat suci dan perluasan seluruh Yerusalem," katanya dari San Diego di California.

"Ini adalah masalah politis yang sangat serius dan sangat nyata bagi orang-orang Palestina,"pungkasnya.(Sumber Al-Jazeera)

back to top