Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

ISIS tidak di Irak ataupun Suriah, mereka di Mali!

Menteri urusan luar negeri Mali, Abdoulaye Diop meminta PBB untuk mengambil tindakan segera. Sumber: AFP Menteri urusan luar negeri Mali, Abdoulaye Diop meminta PBB untuk mengambil tindakan segera. Sumber: AFP
Mali-KoPi- Sebuah tempat yang paling berbahaya di dunia untuk sekarang. Wilayah itu merupakan salah satu daerah kekuasaan ISIS, tetapi bukan Irak ataupun Suriah. Mali adalah salah satu negara yang berhasil dikuasai ISIS, sebuah negara yang juga terletak di Afrika Barat seperti Sierra Leone, Liberia, dan Guinea yang merupakan daerah berbahaya Ebola.

Pasukan Prancis memenangkan kembali wilayah Mali dari al-Qaeda pada awal 2013 dengan kekuatan lebih dari 4.500 tentara di wilayah tersebut, menurut Foreign Policy. Tapi sekarang Perancis telah menarik sebagian besar pasukannya dan Mali telah menjadi tempat paling mematikan untuk saat ini. 

Dalam 15 bulan terakhir, misi penjaga perdamaian PBB telah kehilangan 31 anggotanya yang tewas dan 91 lainnya luka-luka. Sekarang utusan PBB untuk Mali, Bert Koenders meninggalkan Mali kurang dari satu tahun karena menjadi Menteri luar negeri Belanda. 

Menteri luar negeri Mali, Abdoulaye Diop pekan lalu memohon kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah mendesak karena keadaan Mali menjadi semakin tidak stabil. 

Abdoulaye telah memperingatkan PBB bahwa Mali berisiko menjadi tempat destinasi gerombolan militant ISIS dalam merencanakan senjata biologis pemusnah massal mereka. Sebelumnya ISIS diberitakan sedang merencanakan Ebola sebagai senjata biologis untuk melawan negara-negara Barat dan itu juga dapat mengancam dunia.

Kepala penjaga perdamaian PBB Herve Ladsous berjanji bahwa helikopter tempur dan pesawat akan segera dikirim ke Mali dalam beberapa bulan mendatang untuk menghadapi penyergapan,serangan roket, mortir, dan serangan bunuh diri ISIS. 

Tapi sementara itu Mali masih diabaikan, padahal  negara tersebut juga berisiko terinfeksi Ebola karena letaknya berbatasan dengan salah satu negara episentrum epidemi Ebola, Guinea. 

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top