Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

ISIS sandera pasukan dan warga Kristen

ISIS sandera pasukan dan warga Kristen

Istambul-KoPi | Pasukan ISIS menyerang beberapa daerah Kristen Asiria di timur laut Suriah dalam beberapa hari ini. Mereka menyandera puluhan pasukan Kristen dan beberapa warga sipil. Menurut laporan warga banyak faksi yang berperang di daerah itu.

Serangan itu memaksa ratusan keluarga mengungsi bersama warga Muslim yang tidak setuju dengan ISIS. Situasi itu semakin mempertajam kekhawatiran di Timur Tengah.

Serangan ini memaksa beberapa orang Kristen di laut timur Suriah bergabung bersama milisi dan pejuang Kurdi serta kelompok Kristen Yazidi di Irak Utara.

Pertempuran terakhir terjadi di sejumlah desa di sepanjang Sungai Khabur, anak sungai Efrat. Desa pusat, Tel Tamer, yang merupakan persimpangan strategis, dengan jembatan di atas sungai yang menghubungkan bagian timur laut Suriah dengan utara negara itu, Aleppo; penduduk melaporkan bahwa militan Negara Islam membom jembatan pada hari Selasa.

Daerah telah lama dikuasai oleh milisi Kurdi namun akhir-akhir ini datang serangan dari Islamic State, juga dikenal sebagai ISIS atau ISIL. Dalam beberapa pekan terakhir, desa telah berpindah tangan beberapa kali, sebagian kelompok Kurdi, beberapa faksi Muslim Arab dan kelompok Kristen yang disebut Dewan Militer Siria telah bergabung melawan Negara Islam.

Dalam kekacauan Selasa, jumlah persis sandera yang dibawa masih belum jelas. Perkiraan mulai dari beberapa puluhan sampai lebih dari 100. Nuri Kino, seorang aktivis Asyur-Swedia dengan ikatan keluarga untuk timur laut Suriah, mengatakan bahwa para pejuang Negara Islam mennyandera sekitar 60 wanita dan anak-anak di desa Tel Shamiran. Mereka telah mengambil 90 orang sampai ke daerah pegunungan yang mereka kuasai, mungkin berusaha untuk pertukaran mereka untuk tahanan Negara Islam.

Dawoud, Wakil Presiden Partai Demokrat Asyur di daerah, ketika di Hasaka, mengatakan bahwa sebagian besar desa telah lama ditinggalkan, tetapi pada awal Februari, pejuang Negara Islam telah menuntut salib dihapus dari gereja-gereja.

Jihadis menyerbu desa Tel Hermez, mengusir kelompok setempat, Wali Khabur, yang telah melindungi gereja-gereja di sana, kata Omar Abd al-Aziz, seorang aktivis anti-pemerintah lokal yang menggunakan nama samaran untuk keselamatannya. Sekarang, Negara Islam tampaknya membalas dengan jumlah pasukan yang lebih besar dan senjata berat.|The Newyork Times|Retno US|

back to top