Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

ISIS salib dan kubur anak hidup-hidup

Cuplikan video yang menunjukkan tentara anak-anak rekrutan ISIS di Kazakhstan Cuplikan video yang menunjukkan tentara anak-anak rekrutan ISIS di Kazakhstan
KoPi | Kekejaman kelompok militan Islamic State (IS) atau sering disebut ISIS semakin menjadi-jadi. Sebuah laporan dikeluarkan oleh tim independen PBB setelah peristiwa pemenggalan reporter Jepang dan pembakaran hidup-hidup pilot Jordania tentang daftar kekejaman kelompok tersebut.
 

Komite Hak Anak-anak PBB di Jenewa melaporkan beberapa fakta bahwa ISIS telah menculik dan menjual anak-anak dari Iraq sebagai budak seks (4/2). Selain itu, beberapa anak lain juga dibunuh dengan cara disalib dan dikubur hidup-hidup. Laporan tersebut juga menyebutkan sebagian anak-anak direkrut untuk menjadi pembom bunuh diri, pembuat bom, informan, atau dijadikan tameng manusia.

Mayoritas anak-anak yang menjadi korban kekejaman militan ISIS adalah anak-anak kaum Yazidi atau dari pemeluk agama Kristen. Meski demikian, anak-anak dari keluarga Sunni dan Shiah juga turut menjadi korban.

“Kami mendapat laporan bahwa anak-anak, terutama mereka yang terganggu secara mental, dijadikan sebagai pembom bunuh diri. Kebanyakan anak-anak tersebut bahkan tidak tahu apa yang mereka lakukan,” terang Renate Winter, anggota Komite Hak Anak-anak PBB.

Laporan tersebut menyebutkan ISIS melakukan “pembunuhan sistematis terhadap anak-anak dari kalangan agama dan etnik minoritas, termasuk di antaranya eksekusi masal anak laki-laki, pemenggalan, penyaliban anak-anak, dan penguburan hidup-hidup”.

Komite tersebut juga menuduh ISIS telah melakukan “kekerasan seksual secara sistematis” dan “penculikan serta perbudakan seksual pada anak-anak”. “Anak-anak dari etnis minoritas tersebut diculik dan ditangkap dari berbagai tempat, kemudian diberi label harga, dan dijual sebagai budak,” ungkap Winter.

Selain menjadi korban langsung dari ISIS, anak-anak di Iraq juga menjadi korban tewas atau terluka akibat serangan udara pasukan Iraq dan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Anak-anak lain juga meninggal karena dehidrasi, kelaparan, dan tersengat panas berlebihan.| The Huffington Post

back to top