Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

ISIS Kejam!! ISIS Biadab!!

ISIS Kejam!! ISIS Biadab!!

Suriah-KoPi- ISIS melakukan pemenggalan dan rajam terhadap pria, wanita, dan anak-anak di Suriah. Tubuh mereka dibiarkan saja tergeletak di alun-alun kota dengan keadaan disalib, menjadi tontonan publik setempat. ISIS juga terlibat dalam pemerkosaan dan penyiksaan yang terjadi baru-baru ini, menurut laporan terbaru PBB yang dirilis pada hari Jumat.

Laporan yang berjudul "Aturan Teror: Hidup di bawah ISIS di Suriah" mengumpulkan informasi dari 300 koresponden yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak yang melarikan diri atau yang tinggal di daerah kekuasaan SIS.

"ISIS telah memenggal, menembak, dan melempari batu kepada siapa saja: pria, wanita, dan anak-anak di ruang publik di kota-kota dan desa-desa timur laut Suriah," menurut sebuah pernyataan yang ditulis oleh Komisi Independen Penyelidikan International di Suriah.

Untuk memerangi kekejaman, panel merekomendasikan untuk memotong pasokan  senjata ISIS dan memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak yang berhubungan dengan kelompok-kelompok bersenjata serta memberikan pelayanan medis khusus untuk mendukung korban kekerasan seksual.

Salah satu saksi pembunuhan seorang anak 16 tahun di Al-Ashara mengatakan tubuh anak itu digantung di kayu salib di alun-alun menjadi bahan tontonan publik. ISIS segera menyingkirkan siapa saja yang menentang kekuasaannya tanpa pandang bulu. Menurut panel PBB, ISIS menginformasikan penduduk waktu dan tempat pembunuhan dan mendesak mereka untuk hadir.

"Setelah pembunuhan, mayat di pertontonkan publik dengan keadaan dipaku atau diikat di kayu salib selama tiga hari yang bertujuan sebagai peringatan bagi warga setempat," seorang saksi mata mengatakan. |foxnews.com|Irfan Ridlowi|

 

back to top