Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

ISIS Kejam!! ISIS Biadab!!

ISIS Kejam!! ISIS Biadab!!

Suriah-KoPi- ISIS melakukan pemenggalan dan rajam terhadap pria, wanita, dan anak-anak di Suriah. Tubuh mereka dibiarkan saja tergeletak di alun-alun kota dengan keadaan disalib, menjadi tontonan publik setempat. ISIS juga terlibat dalam pemerkosaan dan penyiksaan yang terjadi baru-baru ini, menurut laporan terbaru PBB yang dirilis pada hari Jumat.

Laporan yang berjudul "Aturan Teror: Hidup di bawah ISIS di Suriah" mengumpulkan informasi dari 300 koresponden yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak yang melarikan diri atau yang tinggal di daerah kekuasaan SIS.

"ISIS telah memenggal, menembak, dan melempari batu kepada siapa saja: pria, wanita, dan anak-anak di ruang publik di kota-kota dan desa-desa timur laut Suriah," menurut sebuah pernyataan yang ditulis oleh Komisi Independen Penyelidikan International di Suriah.

Untuk memerangi kekejaman, panel merekomendasikan untuk memotong pasokan  senjata ISIS dan memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak yang berhubungan dengan kelompok-kelompok bersenjata serta memberikan pelayanan medis khusus untuk mendukung korban kekerasan seksual.

Salah satu saksi pembunuhan seorang anak 16 tahun di Al-Ashara mengatakan tubuh anak itu digantung di kayu salib di alun-alun menjadi bahan tontonan publik. ISIS segera menyingkirkan siapa saja yang menentang kekuasaannya tanpa pandang bulu. Menurut panel PBB, ISIS menginformasikan penduduk waktu dan tempat pembunuhan dan mendesak mereka untuk hadir.

"Setelah pembunuhan, mayat di pertontonkan publik dengan keadaan dipaku atau diikat di kayu salib selama tiga hari yang bertujuan sebagai peringatan bagi warga setempat," seorang saksi mata mengatakan. |foxnews.com|Irfan Ridlowi|

 

back to top