Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

ISIS gunakan Ebola sebagai senjata biologis pemusnah massal

ISIS gunakan Ebola sebagai senjata biologis pemusnah massal
USA-KoPi- Sebuah sumber mengatakan Jihadis Negara Islam berencana untuk menginfeksi Ebola pada diri mereka untuk disebarkan di negara-negara Barat. Melihat dampak Ebola yang sangat buruk di Afrika Barat, dikhawatirkan jika senjata Bio-terorisme itu dilancarkan maka dunia berada dalam bahaya besar.

Ahli militer USA telah memperingatkan, ISIS mungkin sedang mempertimbangkan untuk menggunakan Ebola sebagai Bio-weapon untuk negara-negara Barat. 

Dalam konteks kegiatan teroris apapun bisa dilakukan, tanpa menggunakan teknologi kecanggihan mereka akan tetap melancarkan teror. Bukan masalah yang sulit untuk memikirkan langkah berikutnya, dengan menggunakan manusia sebagai pembawa virus mematikan bagi mereka itu adalah senjata. 

Menurut seorang pakar militer, anggota ISIS bisa berencana untuk menginfeksi diri mereka dengan Ebola dan melakukan perjalanan ke Barat guna melancarkan bio-teror sebagai "bom bunuh diri" mereka. 

Kapten Al Shimkus, Ret., Guru Besar Bidang Keamanan Nasional di US Naval War College, mengatakan kelompok teroris seperti IS dapat dengan mudah menggunakan operator manusia untuk menyebarluaskan virus yang mematikan seperti Ebola melalui sistem transportasi udara dunia. 

Dia mengatakan strategi itu akan menjadi senjata berteknologi rendah tetapi sangat mematikan. 

Dengan virus Ebola sebagian besar penduduk Afrika Barat tewas dalam beberapa bulan. Tercatat saat ini lebih dari 3.800 korban meninggal dunia karena Ebola dan itu tidak akan sulit bagi kelompok teroris untuk melarikan diri dengan beberapa cairan tubuh yang terinfeksi untuk disebarkan di tempat lain. 

Shimkus yang mengajar senjata biologis mengatakan jihadis yang terinfeksi akan mencoba untuk berinteraksi dengan banyak orang di kota atau negara target mereka. 

Ebola dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, termasuk tempat tidur dan pakaian yang "terkontaminasi" dengan cairan tersebut. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tingkat kematian rata-rata dari Ebola diklasifikasikan sebanyak 50 persen dan bisa naik sampai 90 persen jika tanpa perawatan medis. 

WHO juga memberitahukan, meskipun ada dua vaksin eksperimental yang potensi dan sedang dievaluasi, akan tetapi keduanya tidak ada yang berlisensi.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top