Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Iran haramkan dua model tata rambut ini

Iran haramkan dua model tata rambut ini

Iran-KoPi| Iran mengharamkan model tata rambut spiky dan bentuk tata rambut yang tidak lazim karena gaya tersebut dinilai melambangkan perilaku homoseksual dan mengagungkan iblis. Selain itu, bertato dan membuat hiasan tubuh juga diharamkan bagi kaum perempuan.

Tata rambut yang membentuk pola bergerigi (jagged) telah menjadi tren pilihan yang diminati para kawula muda di Iran selama beberapa tahun belakangan. Namun, tata rambut tersebut mengundang perdebatan dan dianggap sebagai gaya barat yang tidak islami, menurut pemerintah setempat.

"Tata rambut yang melambangkan perilaku mengagungkan iblis kini sudah dilarang," ujar Mostava Govahi, kepala Ikatan Salon Pria Iran, seperti dikutip dalam agensi berita ISNA.

"Salon yang masih menawarkan tatanan rambut tersebut akan mendapat sanksi yakni pencabutan lisensi pengoperasionalan salon," paparnya sembari menegaskan bahwa model salon tersebut 'menyalahi sistem peraturan Islam'.

Tambahan pula, memakai tato, melakukan perawatan dengan sinar matahari, mencabut alis serta tren lain yang tengah digandrungi remaja putri di Iran, juga dilarang.| News.com.au | Ana Puspita

back to top