Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Iran haramkan dua model tata rambut ini

Iran haramkan dua model tata rambut ini

Iran-KoPi| Iran mengharamkan model tata rambut spiky dan bentuk tata rambut yang tidak lazim karena gaya tersebut dinilai melambangkan perilaku homoseksual dan mengagungkan iblis. Selain itu, bertato dan membuat hiasan tubuh juga diharamkan bagi kaum perempuan.

Tata rambut yang membentuk pola bergerigi (jagged) telah menjadi tren pilihan yang diminati para kawula muda di Iran selama beberapa tahun belakangan. Namun, tata rambut tersebut mengundang perdebatan dan dianggap sebagai gaya barat yang tidak islami, menurut pemerintah setempat.

"Tata rambut yang melambangkan perilaku mengagungkan iblis kini sudah dilarang," ujar Mostava Govahi, kepala Ikatan Salon Pria Iran, seperti dikutip dalam agensi berita ISNA.

"Salon yang masih menawarkan tatanan rambut tersebut akan mendapat sanksi yakni pencabutan lisensi pengoperasionalan salon," paparnya sembari menegaskan bahwa model salon tersebut 'menyalahi sistem peraturan Islam'.

Tambahan pula, memakai tato, melakukan perawatan dengan sinar matahari, mencabut alis serta tren lain yang tengah digandrungi remaja putri di Iran, juga dilarang.| News.com.au | Ana Puspita

back to top